Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh, Pria Meninggal di Saluran Irigasi Tukadmungga

0
45
Proses evakuasi jasad pria yang ditemukan di saluran irigasi wilayah Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng.
Proses evakuasi jasad pria yang ditemukan di saluran irigasi wilayah Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Sumber foto : Dna/ub

UPDATEBALI.com, BULELENG – Warga di wilayah Banjar Dinas Darma Yasa, Desa Tukadmungga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di saluran irigasi, pada Rabu 13 Mei 2026 pagi.

Korban diketahui bernama Kadek Wirasa alias Kadek Keped (32), seorang buruh harian lepas asal Kabupaten Karangasem. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 07.50 Wita dalam kondisi tertelungkup dan terendam air saluran irigasi.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penemuan jenazah tersebut. Dari iformasi yang berhasil dihimpun, awal mula penemuan jenazah korban diketahui oleh seorang warga yang melintas di sekitar saluran irigasi yang berada di area kebun setempat sekitar pukul 07.20 Wita.

Baca Juga:  Lepas Jalan Sehat Bulan Bung Karno, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Perkuat Budaya Membaca

Saat tiba di lokasi, saksi melihat sesosok tubuh terendam di dalam saluran irigasi. Menyadari hal tersebut, saksi kemudian menghubungi warga lainnya sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan pihak kepolisian.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban.

Saat ditemukan korban hanya mengenakan celana dalam. Di sekitar lokasi kejadian petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban berupa tas kain warna coklat, sabun mandi, celana kain warna biru, topi hitam, sandal serta uang tunai Rp1.000.

Baca Juga:  Professor dan Ilmuan Vietnam Academy of Science and Technology Kunjungi Fakultas Teknik Unud

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis dari Puskesmas II Buleleng, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Iptu Yohana menyebut, dugaan awal korban meninggal akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat hendak mandi di saluran irigasi tersebut.

Baca Juga:  Kasus Pemburuan Liar di TNBB, Polisi Tetapkan Tiga DPO

Keterangan itu diperkuat oleh sejumlah saksi yang mengenal korban. Mereka menyebut korban memang telah lama menderita penyakit epilepsi dan diketahui sering berpindah-pindah tempat tinggal.

“Dugaan sementara korban terjatuh ke saluran irigasi saat penyakitnya kambuh sehingga korban tidak bisa bernapas,” ujar Iptu Yohana.

Saat ini jenazah korban masih dititipkan di RSUD Kabupaten Buleleng. Pihak keluarga disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Rencananya korban akan dimakamkan di kampung halamannya di wilayah Kabupaten Karangasem,” Tandasnya.(dna/ub)