UPDATEBALI.com, GIANYAR – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, anak perusahaan BUMN Telkom Indonesia, akan membangun jaringan fiber optik sepanjang 13.000 kilometer pada tahun ini untuk mendukung percepatan adopsi 5G.
"Kami sudah menyiapkan capex sebesar Rp7 triliun termasuk di dalamnya nanti untuk membangun bisnis occasion fiber optik 13.000 kilometer," kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau akrab disapa Teddy saat media gathering di Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis 16 Maret 2023.
Baca juga:
Serangkaian HUT PPNI ke-49, Bupati Sedana Arta Ikut Ramaikan Senam Sehat di Alun-alun Bangli
Direktur Operasi dan Pembangunan (COO) Mitratel Pratignyo A. Budiman mengatakan bahwa kehadiran fiber optik merupakan suatu keharusan untuk mendukung 5G, ditambah dengan adanya peningkatan kebutuhan dari operator seluler untuk mendapatkan layanan broadband yang cepat.
Sebagai informasi, Mitratel telah memiliki portofolio fiber optik yang dimulai pada tahun lalu dengan total sepanjang 16.641 kilometer, yang didominasi di wilayah Jawa sebesar 58 persen atau 9.705 kilometer dan 42 persen di wilayah luar Jawa sebesar 42 persen atau 6.936 kilometer.
{bbbanner}
Pada 2022, Mitratel mendapatkan 25.000 pemesanan fiber optik dari mobile network operator (MNO) atau operator seluler, yang merupakan 30 persen dari total fiber roll-out MNO di tahun lalu. Pada Desember 2022, fiber organik yang dikembangkan Mitratel berhasil mencapai 10.629 kilometer.
Kemudian, Mitratel juga memiliki portofolio fiber optik sepanjang 6.012 kilometer yang merupakan aset fiber dari inorganik atau hasil akuisisi yang dilakukan pada tahun lalu.
Baca juga:
Tiga Mahasiswa Unud Raih Medali Perak dalam Olimpiade PPKn se-Nasional di Universitas Riau
Pencapaian Mitratel yang dibuktikan melalui portofolio tersebut, menurut Pratignyo, menunjukkan bahwa perusahaan penyedia menara telekomunikasi itu siap menyambut masa depan 5G.
"Secara ujung ke ujung (layanan yang disediakan Mitratel), baik tower-nya, fibernya, power-nya, komplit. Kami bisa memberikan solusi ke customer dalam upaya menyambut datangnya service baru khususnya 5G," kata dia.
"Jadi kami cukup percaya diri. Percaya diri banget karena keyakinan itu ditopang oleh aset-aset yang memang siap untuk menyambut datangnya era 5G secara masif," pungkas Pratignyo.(ub/antara)





