DBFD 2026 Jadi Motor Penggerak IKM, Dekranasda Bali Catat Transaksi Ratusan Juta

0
292
Penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin 26 Januari 2026
Penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin 26 Januari 2026. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR — Upaya memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus digencarkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin 26 Januari 2026 malam.

Pelaksanaan perdana ajang ini langsung mencatat capaian positif dengan nilai transaksi penjualan produk IKM Bali Bangkit menembus lebih dari Rp255 juta hanya dalam satu kali kegiatan. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat pasar terhadap produk fesyen lokal Bali yang berkualitas dan berdaya saing.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali selaku Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali dalam laporannya pada acara DBFD 2026 yang turut dihadiri Ibu Nancy Prananda Prabowo, Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster, para Ketua Organisasi Wanita, Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Bali, serta jajaran perangkat daerah Pemprov Bali.

Baca Juga:  Tutup Bimtek Peningkatan Kapasitas Perbekel, Bupati Suwirta Ingatkan Perbekel Menjadi Pemimpin yang Tegas dan Penuh Inovasi

Ia menjelaskan, DBFD merupakan inisiatif strategis Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang dirancang tidak hanya sebagai peragaan busana, tetapi juga sebagai sarana konkret meningkatkan omzet pameran IKM Bali Bangkit.

“Seluruh busana yang ditampilkan merupakan produk IKM yang dibeli langsung dari tenant pameran, sehingga manfaat ekonominya dirasakan secara langsung oleh para pelaku usaha,” ungkapnya.

Pada gelaran perdana ini, DBFD 2026 melibatkan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Diskominfo Provinsi Bali, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga. Sebanyak 108 model tampil memperagakan berbagai koleksi busana hasil karya IKM lokal. Nilai transaksi tersebut masih berpotensi bertambah karena belum seluruh pembelian tercatat dalam sistem digital yang terintegrasi dengan Bali Mall.

Baca Juga:  Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 95 Orang

Mengusung tema Wastra Hitakara, DBFD 2026 menegaskan bahwa wastra dan busana Bali tidak hanya mengedepankan keindahan visual dan nilai budaya, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku IKM. Sejumlah kategori busana ditampilkan, mulai dari pakaian adat kerja hari Kamis, busana kantor hari Selasa, hingga busana kasual yang relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.

Ke depan, Dekranasda Provinsi Bali merencanakan DBFD digelar sebanyak sembilan kali sepanjang tahun 2026 secara bergilir dengan melibatkan berbagai perangkat daerah. Setiap OPD akan memperoleh kesempatan tampil satu kali dalam setahun sebagai wujud keberpihakan berkelanjutan terhadap penguatan produk IKM Bali.

Baca Juga:  Peringati HUT Koperasi ke-79, Bupati Kembang Ajak Koperasi Jembrana Bertransformasi ke Era Digital

Selain itu, pameran IKM Bali Bangkit di kawasan Art Center Denpasar akan terus berlangsung hingga tahun 2030. Program ini diarahkan untuk menjadikan Art Center sebagai pusat belanja produk lokal berkualitas atau one stop shopping bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui rangkaian program tersebut, Dekranasda Provinsi Bali berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin solid, sehingga IKM Bali mampu tumbuh berkelanjutan, berdaya saing tinggi, dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.(yud/ub)