Cerita Rasa 2022: Event Membuka Ruang Bakat Anak Melalui Rintisan Festival Desa

0
139

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Cerita Rasa adalah sebuah rintisan festival desa yang diselenggarakan oleh sanggar literasi Bali Tersenyum di Jembrana. Dengan tagline storytelling, film, art and culture, Cerita Rasa dicanangkan sebagai ruang untuk merayakan cerita, cita rasa dan mempromosikan kepedulian lingkungan, budaya dan kemanusiaan.

Cerita Rasa Festival telah dilaksanakan pada Sabtu, 30 Juli 2022 di Rumah Baca Bali Tersenyum, Banjar Brawantangi Taman, Desa Tukadaya. Program festival ini dilakukan selama satu hari, mulai pukul 12:00 hingga 21:00 wita.

“Acara ini adalah acara sederhana. Sebuah rintisan yang nantinya menjadi ruang untuk bersama-sama kita saling mendengar, merasakan, berbagi dan mendokumentasikan. Baik itu cerita dan dongeng, cita rasa kuliner lokal dan berbagai peristiwa seni dan budaya di lingkungan desa kita sendiri,� jelas Made Suarbawa, pengasuh Rumah Baca Bali Tersenyum.

Presentasi Kuliner Pembuatan Minyak Kelapa

Dalam presentasi kuliner Komang Sutirtayasa, menyampaikan, ditampilkan proses pembuatan lontong serapah. Kuliner ini adalah hal yang unik di Jembrana, bagaimana sisa pembuatan minyak kelapa dijadikan menu masakan yang khas, dan enak. Makanan itu terbuat dari sisa rebusan santan setelah minyaknya dipisahkan, yang disebut roroban. Roroban kemudian di tambahkan dengan bumbu bali dan direbus beberapa saat, maka jadilah kuah kental yang gurih.

Baca Juga:  Gempa Susulan Akan Terus Terjadi Sampai Kondisi Setimbang Tercapai

Kuah tersebut kemudian dicampur dengan berbagai jenis sayuran rebus, yang kemudian disebut jukut serapah. Lauk ini umumnya disajikan dengan lontong, sehingga dikenal sejagat sebagai lontong serapah khas Jembrana.

“Awalnya kami ingin menunjukan pada anak-anak, sehingga mereka paham bahwa minyak goreng tidak cuma ada di warung. Sudah lama kita dibuat jadi konsumtif, apa-apa beli di warung. Kita jadi lupa, bahwa kita punya cara-cara tradisional “ndeso� untuk memenuhi kebutuhan itu,� jelas Komang Sutirtayasa, yang mempresentasikan proses pembuatan minyak kelapa.

Pelatihan Fotografi untuk Remaja Desa

Kedekatan remaja Desa dengan HP berkamera mendorong pelaksanaan pelatihan fotografi di Cerita Rasa 2022. Program pelatihan ini diadakan guna memperkenalkan dasar-dasar fotografi, memperkenalkan profesi fotografer dan bagaimana usaha foto & video itu berjalan.

Yang unik dari program pelatihan fotografi di Cerita Rasa Festival adalah, peserta diajak untuk memotret tanpa kamera.

“Ini cara untuk mengasah kesadaran visual, mengenai apa yang dilihat, apa yang menarik dan bagaimana kita menentukan bagian mana atau sudut mana dari objek foto yang akan diambil. Jangan hanya menjadi tukang cekrek aplud. Ayo melangkah sedikit untuk menjadi fotografer, walau amatir,� terang Suarbawa yang juga sering disapa Birus, yang mendampingi peserta pelatihan.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Laksanakan Persembahyangan di Pura Rambut Siwi

Melukis Bersama Anak-anak Desa

Menggambar bersama dalam Cerita Rasa kali ini, diikuti oleh tidak kurang dari tiga puluh lima anak. Mereka datang dari beberapa banjar di Desa Tukadaya, dan ada juga dari desa sekitarnya.

Melukis
Melukis Bersama Anak-anak Desa. Sumber foto : Istimewa

“Kami tidak menyangka akan sebanyak ini. Target kami cuma di sepuluh hingga dua puluh orang anak,� kata Yurika salah satu pengasuh sesi menggambar.

Pentas Cerita: Mendongeng dan Membacakan Cerita

Mesatua atau mendongeng merupakan pola penanaman nilai-nilai kehidupan yang sangat penting di dalam keluarga. Cerita rasa menghadirkan program pentas cerita, berupa mendongeng dan membaca cerita.

Malam itu, tampil Ayu Nila yang membaca cerita dari buku Kumpi Mangku Mendongeng karya Made Taro, sebuah dongeng berjudul Padi dan Hama Wereng. Dilanjutkan dengan penampilan Melany, yang mendongeng tentang balas budi semut pada burung merpati.

“Dua konsep bercerita ini sengaja kita hadirkan ya. Kan bercerita tidak selalu mendongengkan hafalan. Kalau tidak tau dongeng, atau tidak hafal, ya membaca saja. Itu juga cara yang baik untuk bercerita pada anak-anak.� terang Birus.

Baca Juga:  Pasar Rakyat Gianyar Menarik Perhatian Bupati Minahasa

Pemutaran Film Pendek

Ide awal dari kegiatan festival desa Cerita Rasa ini, datang dari rencana pemutaran film pendek yang diproduksi Sanggar Bali Tersenyum, untuk ditonton bersama kru dan pemain yang berasal dari Desa Tukadaya. Film tersebut berjudul @ItsDekRaaa yang mengambil lokasi syuting di Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya pada bulan November 2021.

Malam itu, puluhan orang memadati halaman Rumah Baca Bali tersenyum untuk menyaksikan wajah anak mereka, tetangga, dan alam desanya tampil di layar lebar.

“Film Pendek @ItsDekRaaa saat ini sedang berkeliling ke berbagai festival. Kemarin, 23 Juli sudah diputar di 15 Minutes Film Festival di West Virginia, Amerika Serikat. Kita juga sedang menunggu jawaban dari festival-festival lain. Yang sudah pasti, itu nanti di bulan September – Desember, akan di putar di Spanyol, Ukranina, Banglades dan Korea Selatan.â€? jelas Suarbawa yang juga adalah penulis dan sutradara film tersebut.(yud/ub)