Cepaka Putih Resmi Jadi Maskot Jembrana, Bupati Kembang Ajak Warga Tanam di Lingkungan

0
127
Pemerintah Kabupaten Jembrana menetapkan bunga Cepaka Putih sebagai maskot daerah yang akan digunakan dalam berbusana adat Bali.
Pemerintah Kabupaten Jembrana menetapkan bunga Cepaka Putih sebagai maskot daerah yang akan digunakan dalam berbusana adat Bali. Sumber foto: Humas Jembrana/Updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menetapkan bunga Cepaka Putih sebagai maskot daerah yang akan digunakan dalam berbusana adat Bali.

Pencanangan tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan Pameran Semarak Jembrana di kawasan Kantor Bupati Jembrana, Jumat 14 Agustus 2026.

Pencanangan ditandai dengan prosesi penyematan bunga Cepaka Putih oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini, pada destar Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Dalam prosesi yang sama, Bupati Kembang menyematkan bunga tersebut pada rambut istrinya.

Penggunaan Cepaka Putih kemudian diikuti para tamu undangan yang menghadiri kegiatan. Di antaranya Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Baca Juga:  KUI Inisiasi Kerja Sama untuk Studi di Swiss

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, penetapan Cepaka Putih sebagai maskot daerah merupakan bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan pembangunan Jembrana.

Menurutnya, keberadaan bunga tersebut tidak hanya memiliki nilai simbolik, tetapi juga berkaitan dengan upaya mengenalkan serta melestarikan kekayaan hayati yang dimiliki daerah.

“Di tengah semangat membangun dan mengembangkan potensi daerah, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak membuat kita kehilangan identitas. Salah satunya adalah Cepaka Putih. Pada kesempatan ini, kita sekaligus mencanangkan penggunaannya dalam berbusana adat Bali agar semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Bupati Kembang.

Baca Juga:  Praperadilan Kasus Reklamasi Pantai Melasti Ditolak, Pemerintah Apresiasi Putusan Pengadilan

Ia menjelaskan, Cepaka Putih memiliki nilai estetika sekaligus hubungan dengan tradisi dan kehidupan sosial masyarakat Bali. Keberadaannya dinilai memiliki arti tersendiri bagi Jembrana sebagai bagian dari identitas lokal.

Bupati Kembang berharap Cepaka Putih tidak hanya dikenal sebagai simbol administratif atau sekadar tercantum dalam dokumen pemerintah. Karena itu, masyarakat diajak ikut menjaga dan memperbanyak keberadaan tanaman tersebut di lingkungan masing-masing.

Pemkab Jembrana mendorong penanaman Cepaka Putih dilakukan secara lebih luas, baik di kawasan perkantoran dan fasilitas umum, sekolah serta lembaga pendidikan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), wilayah desa dan kelurahan maupun pekarangan rumah warga.

Baca Juga:  60 Guru Buleleng Raih Predikat Guru Penggerak

“Tugas kita tidak berhenti pada pencanangan saja. Kita harus memastikan Cepaka Putih benar-benar tumbuh dan hadir di tengah masyarakat. Semakin banyak ditanam dan dirawat, semakin kuat pula keberadaannya sebagai identitas dan ‘wajah’ dari Kabupaten Jembrana,” pungkas Bupati Kembang.

Melalui pencanangan tersebut, Pemkab Jembrana berharap Cepaka Putih semakin dikenal masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, khususnya dalam penggunaan busana adat Bali dan upaya pelestarian lingkungan daerah.(yud/updatebali)