Cegah Risiko Gempa di Sekolah, Pemkot Denpasar Bekali Siswa dengan Mitigasi Bencana

0
35
Cegah Risiko Gempa di Sekolah, Pemkot Denpasar Bekali Siswa dengan Mitigasi Bencana
Cegah Risiko Gempa di Sekolah, Pemkot Denpasar Bekali Siswa dengan Mitigasi Bencana. Sumber foto: Istimewa/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial terus memperkuat edukasi kebencanaan bagi pelajar melalui program Tagana Masuk Sekolah. Kegiatan mitigasi tersebut menyasar jenjang SD hingga SMP sebagai upaya membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi bencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty saat membuka pelaksanaan Tagana masuk sekolah di SMP Widya Sakti Denpasar, Jumat 2 Oktober 2026. Pada hari yang sama Tagana masuk sekolah juga dilaksanakan di SD 17 Pemecutan. Tagana masuk sekolah menghadirkan narasumber dari Tagana yaitu Ni Putu Nita Anggraini dan I Nyoman Swandita.

Lebih lanjut Laxmy Saraswaty menambahkan kegiatan Tagana masuk sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam menanamkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak usia sekolah. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi lebih sadar dan waspada terhadap risiko bencana.

Baca Juga:  Serahkan Bantuan Lansia, Ketua DPRD Tabanan Dapat Kejutan 

“Kami dari Dinas Sosial berupaya menanamkan mitigasi benacana sejak dini, salah satunya melalui Tagana masuk sekolah,” ujarnya.

Para peserta juga diperkenalkan pada berbagai langkah dasar dalam menghadapi bencana, mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami jalur dan prosedur evakuasi, menjaga ketenangan saat terjadi keadaan darurat, hingga pentingnya mengikuti arahan dari guru, petugas, maupun pihak yang berwenang.

Disamping itu banyak sekolah di Kota Denpasar yang bangunannya berlantai dua, tentunya sangat rawan bagi anak-anak sekolah bila terjadi bencana gempa.

Baca Juga:  Wujud Sinergi Bagi Negeri, Astra Motor Bali Kampanyekan Safety Riding kepada 11.461 Orang Sepanjang 2024

“Dengan adanya mitigasi ini kami diharapkan anak-anak tahu bagaimana melakukan penyelamatan saat ada bencana gempa,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika yang hadir langsung dalam pelaksanaan Tagana masuk sekolah di SD 17 Pemecutan menyampaikan selain memberikan teori tentang kebencanaan anak-anak SD juga diajari bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi bencana gempa. Menurut Sudiatmika praktek langsung dilapangan akan lebih diingat oleh anak-anak bila terjadi gempa. Terlebih lagi SD 17 Pemecutan bangunannya berlantai dua, akan lebih beresiko bila anak-anak tidak mengerti bagaimana melakukan penyelamatan saat terjadi bencana gempa.

“Melalui Tagana masuk sekolah anak-anak sekolah diberitahu langkah-langkah penyelamatan dari ruang kelas sampai pada titik kumpul yang aman,” ungkapnya.

Baca Juga:  Potensi Kekeringan Akibat Iklim El Nino, BPBD Jembrana Lakukan Pendataan

Dalam kesempatan tersebut Sudiatmika juga mengajak semua anak-anak sekolah untuk menjaga lingkungan terutama tidak membuang sampah sembarangan. Selain lingkungan kotor akan menimbulkan penyakit dan bila musim penghujan tiba bisa menimbulkan bencana banjir.

Kepala Sekola SD 17 Pemecutan, I Gede Gunaharta menyambut baik pelaksanaan Tagana masuk sekolah terlebih bisa menyasar di SD 17 Pemecutan. Pemahaman mitigasi bencana untuk anak-anak sangat penting telebih siswa SD 17 Pemecutan cukup banyak yaitu 363 siswa.

“Mitigasi bencana ini sangat penting bagi kami, agar siswa lebih mengerti bagaimana melakukan penyelamatan saat terjadi bencana gempa,” ujarnya.