
UPDATEBALI.com, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menghadiri apel dan roadshow sosialisasi bersama Tim Kolaborasi Orkes Tabanan di SMA Negeri 1 Kediri, Kecamatan Kediri, Senin, 19 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK), sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala sekolah beserta jajaran guru, pengurus KPA, PPTI, PMI, dan BNK Kabupaten Tabanan, serta para siswa.
Dalam sambutannya, Wabup Dirga yang juga menjadi ketua rangkaian organisasi tersebut menegaskan bahwa generasi muda merupakan penerus Tabanan yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah.
“Anak-anak sekalian adalah generasi penerus Tabanan. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Karena itu, selain rajin belajar, kalian juga harus menjaga kesehatan, memiliki komitmen yang baik, menjauhi narkoba, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.
Dirga menjelaskan, setiap organisasi yang tergabung dalam Tim Kolaborasi Orkes Tabanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“KPA mengajak kita memahami HIV/AIDS dengan benar serta tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV. PPTI membantu meningkatkan kesadaran tentang TBC, mulai dari pencegahan hingga pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas. PMI mengajarkan kita tentang kemanusiaan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan semangat membangun bersama. Sementara itu, BNK mengajak kita menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berani menolak ajakan yang dapat merusak masa depan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, siswa diharapkan tidak ragu meminta bantuan kepada guru maupun orang tua ketika menghadapi persoalan.
Dalam kesempatan tersebut, Dirga turut menyoroti pentingnya percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan, tetapi juga pertumbuhan dan perkembangan anak yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kekurangan gizi dalam jangka panjang.
“Kalian perlu membiasakan makan makanan bergizi, tidak melewatkan sarapan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan, dan memperhatikan kesehatan diri. Kebiasaan sehat remaja akan menjadi bekal penting untuk masa depan anak dan cucu kalian,” ujarnya.
Dirga juga mendorong pembentukan KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) di sekolah-sekolah. Wadah ini diharapkan menjadi tempat bagi siswa untuk belajar, berbagi informasi yang benar, saling mengingatkan, serta memberikan teladan positif bagi teman sebaya.
“KSPAN bukan sekadar organisasi, tetapi wadah bagi kalian untuk belajar dan berbagi informasi yang benar, saling mengingatkan, serta menjadi contoh positif bagi teman-teman sebaya. Saya berharap KSPAN benar-benar aktif, bukan hanya terbentuk di atas kertas, tetapi diisi dengan kegiatan yang menarik, edukatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah,” harapnya.
Ia mengajak kepala sekolah dan jajaran guru untuk terus mendukung kegiatan tersebut melalui sinergi dengan KPA, PPTI, PMI, dan BNK. Dengan demikian, edukasi kesehatan dapat disampaikan melalui pendekatan yang dekat dan mudah dipahami oleh para siswa.
Dirga juga menitipkan tiga pesan utama kepada generasi muda, yakni menjaga diri dan masa depan, peduli terhadap teman, serta menjadi pelopor perubahan.
“Mulailah dari diri sendiri, dari sekolah, dan dari keluarga. Tidak perlu menunggu menjadi orang besar untuk melakukan hal yang baik,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Dirga berharap seluruh sekolah di Kabupaten Tabanan dapat menjadi lingkungan yang aman, bebas narkoba, dan peduli terhadap kesehatan. Ia juga berharap sekolah mampu melahirkan generasi yang sehat, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.(den/updatebali)


