Bupati Tamba Ajak Masyarakat ‘Ngrombo’ Tangani Stunting

0
168
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengajak masyarakat untuk 'Ngrombo' bahu membahu dalam mempercepat penurunan angka stunting di Jembrana.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengajak masyarakat untuk 'Ngrombo' bahu membahu dalam mempercepat penurunan angka stunting di Jembrana.Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.comJEMBRANA – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengajak segenap elemen masyarakat untuk ‘Ngrombo’ (bersama-sama) bahu membahu dalam mempercepat penurunan angka stunting di Jembrana.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberi arahan pada Prebekel, kader PKK dan Posyadu serta Bidan Desa se Kecematan Mendoyo yang dipusatkan di Gedung Serba Guna, Desa Penyaringan, Senin 11 Desember 2023.

“Permasalah stunting menjadi tantangan kita semua, oleh sebab itu, Saya mengajak seluruh instansi terkait dari level kabupaten sampai desa untuk ‘Ngrombo’ (bersama-sama) tangani stunting, karena stunting menjadi atensi pemerintah pusat dan provinsi Bali,” kata Bupati Tamba.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Dorong Desa Bantiran Jadi Destinasi Kampung Buah di Bali

Salah satu upaya telah dilakukan, Sebut Bupati Tamba yakni program BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting). Program BAAS menggerakan seluruh Kepala OPD dan pimpinan swasta untuk memberikan pendampingian kepada anak stunting secara continue.

“Tujuan dari program ini adalah untuk mencukupi kebutuhan makan bergizi bagi anak-anak. Program BAAS ditargetkan berlangsung selama enam bulan. Selama periode ini akan kita lakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin terhadap perkembangan anak-anak yang mendapat bantuan. Astungkara dapat memperoleh feedback yang baik terhadap penurunan angka stunting,” ungkapnya

Baca Juga:  Serangkaian Upacara Ngaben Massal, Wakil Bupati Bangli Serahkan Banten Upasaksi Pengabenan di Beberapa Lokasi

Selain melalui program BAAS, sosialisasi pencegahan stunting juga harus dilakukan secara masif dengan menyasar masyarakat-masyarakat dipelosok-pelosok desa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kader kesehatan yang telah berupaya menurunkan angka stunting di Jembrana. Para kader memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat. Dengan komitmen bersama anak stunting di Jembrana dapat semakin menurun,” jelasnya.

Baca Juga:  Fakultas Ilmu Budaya Sosialisasi Prodi dan Menjalin Kerja Sama di Kabupaten Jembrana

Ditambahnya, kaderlah yang dapat menggerakkan masyarakat secara langsung. Melalui pendekatan dan sosialisasi, masyarakat dapat lebih cepat memahami cara penanggulangan stunting.

“Pencegahan dapat dimulai dengan sosialisasi kepada para remaja ataupun calon pengantin. Sehingga mereka dapat memahami bagaimana mempersiapkan gizi yang tepat untuk calon bayi,” ucap Bupati asal Desa Kaliakah tersebut. (yud/ub)