Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Krama Desa Adat Labak Suren dalam Upacara Yadnya

0
67
Bupati Sanjaya menghadiri upacara adat di Desa Adat Labak Suren sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya masyarakat setempat.
Bupati Sanjaya menghadiri upacara adat di Desa Adat Labak Suren sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya masyarakat setempat. Sumber foto : Humas Tabanan

UPDATEBALI.com, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati I Made Dirga, anggota DPRD Tabanan, dan jajaran Pemkab Tabanan menghadiri prosesi Uleman Ngupasaksi Upacara Ngenteg Linggih, Mamungkah, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Kahyangan Pura Puseh lan Desa, Desa Adat Labak Suren, Desa Bengkel Sari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Selasa, 2 September 2025.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh Jro Mangku Lanang Istri, Perbekel, Bendesa Adat, panitia upacara, dan krama desa adat setempat.

Upacara tersebut merupakan bagian dari yadnya yang memiliki makna mendalam dalam ajaran agama Hindu.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Rangkaian Karya Ngenteg Linggih Pura Beji Desa Adat Peneng

Selain sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, prosesi ini juga bertujuan menjaga keseimbangan alam semesta serta memperkuat ikatan spiritual masyarakat dengan pura sebagai pusat kehidupan adat dan budaya warisan leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh krama desa yang dengan semangat gotong-royong menyelenggarakan upacara ini.

Ia menekankan bahwa keberhasilan upacara ini mencerminkan persatuan dan kesatuan masyarakat, khususnya di Desa Adat Labak Suren, yang senantiasa menempatkan adat, tradisi, seni, dan budaya sebagai landasan kehidupan bermasyarakat.

“Persiapan yadnya ini sudah dilakukan sejak tahun 2023. Kekompakan krama Desa Adat Labak Suren dalam membangun yadnya ini sangat baik dan membanggakan. Ini menunjukkan bahwa krama adat telah mengaktualisasi visi misi Kabupaten Tabanan dan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang mengandung makna keseimbangan, keharmonisan jagat Bali, dan jagat Tabanan. Harapannya yadnya ini memberikan kerahayuan sekala maupun niskala bagi kita semua,” ujar Sanjaya.

Baca Juga:  Bupati Buleleng Anjurkan Masyarakat Gunakan Eco Enzyme

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tabanan selalu hadir sebagai pengayom, pendamping, dan pendukung masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya.

Budaya, menurutnya, adalah kekuatan utama Bali yang tidak hanya bernilai spiritual tetapi juga memberi kontribusi besar terhadap pembangunan daerah.

Ia berharap generasi muda terus terlibat aktif agar nilai-nilai luhur agama, budaya, dan tradisi diwariskan kepada anak cucu.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Ikuti Rangkaian Persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Pura Catus Pata Kota Tabanan

Sementara itu, Bendesa Adat Labak Suren, I Ketut Windia, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, undangan, dan krama adat yang telah mendukung kegiatan ini.

Upacara hari itu dipuput oleh Tri Sadhaka, yakni Ida Pedanda Istri Griya Gede Bajra, Ida Pedanda Griya Buda Jadi, dan Cokorda Tabanan, sehingga berjalan lancar dan khidmat.(den/ub)