UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali melaksanakan penguatan struktur aparatur sipil negara melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa 12 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, turut hadir Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekretaris Daerah I Made Budiasa, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jembrana.
Dalam pelantikan tersebut, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman resmi dipercaya mengemban tugas baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana. Selain itu, sebanyak 15 CPNS formasi 2024 juga resmi diambil sumpahnya menjadi PNS.
Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa status PNS bukan hanya perubahan administrasi, tetapi juga peningkatan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini adalah titik awal untuk pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Status PNS yang kini disandang harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dalam melayani rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para ASN muda untuk tetap menjaga sikap rendah hati serta etika dalam berkomunikasi, termasuk di ruang digital dan media sosial.
“Jangan karena sudah menjadi PNS lalu merasa ‘naik kelas’ dan eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat dan memberikan contoh yang baik. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Kembang turut menyoroti tantangan kepegawaian di Jembrana, di mana sebanyak 158 pegawai akan memasuki masa pensiun pada tahun ini, termasuk 59 guru. Kondisi tersebut berdampak pada kebutuhan tenaga di sektor pelayanan publik.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan kebutuhan tenaga pendidikan dan kesehatan dalam pengadaan formasi ASN ke depan.
“Saya putuskan mencari guru yang lebih banyak. Karena kita kekurangan 252 guru untuk SD dan SMP. Setelah itu tenaga kesehatan, yang betul-betul kita butuhkan. Masing-masing OPD kemungkinan mendapat 1 formasi yang benar-benar konkret dan mendukung program-program pemerintah,” pungkasnya.(yud/ub)





