spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Kembang Lepas 58 Bhikkhu Thudong Lanjutkan Perjalanan Damai dari Bali ke...

Bupati Kembang Lepas 58 Bhikkhu Thudong Lanjutkan Perjalanan Damai dari Bali ke Jawa

UPDATEBALI.comJEMBRANA – Sebanyak 58 Bhikkhu dari berbagai negara yang mengikuti perjalanan spiritual bertajuk “Indonesia Walk for Peace” melanjutkan perjalanan dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Senin 11 Mei 2026.

Prosesi pelepasan berlangsung di Vihara Empu Astapaka, Gilimanuk, dan dihadiri langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang turut mengantarkan para Bhikkhu hingga memasuki kapal feri penyeberangan.

Perjalanan spiritual tersebut dijadwalkan berlangsung selama 22 hari, mulai 7 Mei hingga 28 Mei 2026, dengan total jarak tempuh sekitar 666 kilometer. Kegiatan Thudong ini menjadi bagian dari misi perdamaian dan penyebaran nilai-nilai cinta kasih lintas wilayah dan budaya.

Baca Juga:  TPID Kabupaten Jembrana Siap Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Barang

Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan penghormatan atas keteguhan para Bhikkhu yang menjalani perjalanan dengan berjalan kaki sebagai bentuk latihan spiritual dan penyebaran pesan kedamaian.

“Di tengah zaman yang serba cepat, masih ada yang memilih berjalan kaki dengan kesederhanaan, disiplin, dan ketenangan batin. Ini menjadi pengingat kita semua agar tidak hanya sibuk mengejar kehidupan, tapi juga menjaga hati dan pikiran tetap damai,” ujar Bupati Kembang.

Baca Juga:  Lomba Gong Kebyar Wanita Se-Kabupaten Jembrana Meriahkan HUT Kota Negara ke-129 dan RI ke-79

Ia berharap perjalanan tersebut dapat membawa pesan persaudaraan serta memperkuat harmoni antarumat beragama di Indonesia.

“Astungkara, seluruh perjalanan spiritual ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan penuh rasa kedamaian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Koordinator Daerah Bali, PMy. Sudiarta Indrajaya menjelaskan bahwa perjalanan menyeberangi Selat Bali memiliki makna spiritual yang mendalam bagi para Bhikkhu peserta Thudong.

Baca Juga:  Pemberian Insentif Tahap II Tahun 2023 di Kabupaten Jembrana

Menurutnya, Selat Bali tidak hanya dipandang sebagai batas geografis antara dua pulau, namun juga menjadi simbol pertemuan doa dan energi kedamaian antara Bali dan Jawa.

Para Bhikkhu dijadwalkan membacakan mantra saat berada di tengah penyeberangan sebagai bentuk pemberkatan perjalanan dan doa untuk kedamaian.

“Tidak harus secara fisik, namun doa, ucapan, dan pikiran jauh lebih dahsyat. Mari kita iringi perjalanan Idhe Bhikkhu untuk menggetarkan kedamaian dari Bali hingga ke Tanah Jawa,” pungkas Sudiarta.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments