UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Jembrana atas respons cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penghargaan tersebut disampaikan usai menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Taman Pecangakan, Rabu, 1 Juli 2026.
Apresiasi itu secara khusus ditujukan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, yang berhasil mengamankan seorang pelaku penipuan bermodus bantuan sosial fiktif dengan mencatut nama Presiden RI Prabowo Subianto.
Pelaku diamankan pada Senin, 29 Juni 2026 setelah aksinya terungkap berkat kesigapan aparat bersama masyarakat.
“Terimakasih ibu Kapolres Jembrana dan jajaran. Terimakasih karena aksi sigap Bhabinkamtibmas bersama warga di Desa Pulukan adalah bukti nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat. Sinergi seperti inilah yang membuat Jembrana tetap aman dan kondusif,” ujar Bupati Kembang.
Selain mengapresiasi keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, Bupati Kembang juga menyampaikan penghargaan kepada institusi TNI dan Polri atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi yang aman sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Jembrana.
“Kerja sama yang terjalin erat antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Jembrana selama ini telah terbukti mampu menjaga stabilitas, kedamaian, serta mendorong kemajuan daerah. Kolaborasi lintas sektor ini harus terus kita rawat dan perkuat demi kesejahteraan seluruh masyarakat Jembrana,” tambahnya.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mendorong Polri terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat hari jadi Bhayangkara ke-80, semoga makin sukses teruslah berprestasi dan dicintai oleh rakyat,” ujar Bupati Jembrana.
Sementara itu, pengungkapan kasus penipuan bermula ketika seorang pria asal Buleleng mendatangi rumah warga bernama Imam di Desa Pulukan.
Pelaku mengaku sebagai petugas Dinas Sosial yang tengah melakukan survei penerima bantuan bagi masyarakat kurang mampu dengan nilai mencapai Rp125 juta yang disebut berasal langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Merasa curiga dengan pengakuan tersebut, Imam meminta istrinya melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Pulukan dan menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti sehingga petugas segera mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku sebelum aksinya menimbulkan korban.(yud/ub)





