UPDATEBALI.com, TABANAN – Menyambut Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan Tahun 2026, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menyampaikan ucapan selamat serta doa kepada seluruh umat Hindu, khususnya masyarakat Kabupaten Tabanan.
Hari Raya Galungan yang jatuh pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu, 17 Juni 2026, dan Hari Raya Kuningan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, Sabtu, 27 Juni 2026, dimaknai sebagai momentum suci kemenangan Dharma melawan Adharma. Melalui perayaan tersebut, umat Hindu diajak untuk semakin memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momentum mempererat persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Menurutnya, makna kemenangan Dharma tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga tercermin dalam sikap saling peduli, saling menguatkan, dan bekerja bersama demi kemajuan masyarakat.
“Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di manapun berada, khususnya masyarakat Tabanan yang kami cintai. Semoga Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi momentum suci untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, meneguhkan kemenangan Dharma melawan Adharma, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Mari jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus bersatu, bergotong royong, saling menguatkan, saling peduli, dan bekerja bersama dalam mewujudkan Kabupaten Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Sanjaya.
Selain mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama dan setelah rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Ia menekankan bahwa kesadaran dalam melakukan pemilahan sampah merupakan salah satu bentuk implementasi nilai dharma yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan, keasrian, dan kenyamanan lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah secara cermat, khususnya setelah pelaksanaan karya dan rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan. Dengan kesadaran dan partisipasi bersama, kebersihan, keasrian, dan kenyamanan Kabupaten Tabanan dapat terus terjaga di seluruh lini masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mengajak masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai menyama braya yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Bali.
Menurutnya, semangat yang terkandung dalam Hari Raya Galungan dan Kuningan harus terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat guna memperkuat persaudaraan dan keharmonisan.
“Melalui semangat Galungan dan Kuningan, mari kita rawat nilai-nilai menyama braya, mempererat persaudaraan, dan memperkuat budaya gotong royong sebagai landasan membangun Tabanan yang harmonis, maju, dan sejahtera. Semoga kehadiran hari suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, serta kekuatan bagi kita semua dalam menjalankan swadharma di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkas Dirga.
Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.(den/ub)





