Bupati Bangli Hadir dalam Pujawali Pura Puseh, Wujud Dukungan Pelestarian Tradisi

0
197
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri Pujawali Ida Betara di Pura Puseh Bangli sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan tradisi masyarakat.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri Pujawali Ida Betara di Pura Puseh Bangli sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan tradisi masyarakat. Sumber foto : Humas Bangli

UPDATEBALI.com, BANGLIBupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri persembahyangan bersama serangkaian Pujawali Ida Betara di Pura Puseh Bangli, Kelurahan Kawan, Senin, 9 Februari 2026.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli menjadi wujud dukungan nyata pemerintah dalam menjaga kelestarian adat dan tradisi keagamaan di daerah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Ketua TP PKK Bangli, Ketua GOW, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bangli. Rombongan disambut oleh para prajuru dan krama Banjar Adat Pule.

Baca Juga:  Pemkab Badung Salurkan Punia Rp20 Juta, Karya Atma Wedana Jadi Wujud Bakti dan Persatuan Krama

Bupati Sedana Arta menyampaikan bahwa pelaksanaan pujawali yang digelar setiap enam bulan sekali ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan srada bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon keselamatan bagi masyarakat.

“Kami berharap melalui persembahyangan ini, kita semua diberikan kekuatan dan keselamatan. Semoga situasi yang terjadi akhir-akhir ini segera membaik dan masyarakat selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Baca Juga:  I Nengah Nurlaba kembali Pimpin Apindo Bali

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai implementasi konsep Tri Hita Karana yang menjadi dasar keharmonisan kehidupan masyarakat Bali.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan upacara, Bupati Sedana Arta menyerahkan dana punia yang diterima langsung oleh peduluan Banjar Adat Pule.

Piodalan yang dimulai pada rahina Tumpek Kandang tersebut berlangsung selama empat hari dan dijadwalkan berakhir pada Selasa, 10 Februari 2026.

Baca Juga:  Bupati Bangli Hadiri Sosialisasi Penilaian Kinerja Inspektur Daerah Secara Virtual

Kegiatan pujawali diharapkan tidak hanya menjadi rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong antara masyarakat Banjar Adat Pule dan Pemerintah Kabupaten Bangli.(yud/ub)