UPDATEBALI.com, JATINANGOR – Di sela-sela kegiatan Retreat Kepala Daerah Gelombang II yang berlangsung di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan sejumlah kepala daerah lainnya dari Bali menyempatkan diri mengunjungi para praja asal Bali, khususnya putra-putri daerah Kabupaten Badung.
Pertemuan hangat ini berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025, di Jaba Pura Praja Natha IPDN. Suasana penuh kekeluargaan begitu terasa, menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus pelepas rindu antara para pemimpin daerah dan generasi muda Bali yang sedang menempuh pendidikan kedinasan.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan pesan inspiratif dan dukungan penuh kepada para praja. Ia menekankan pentingnya semangat, integritas, dan kerendahan hati dalam menjalani proses belajar sebagai calon aparatur negara.
“Jaga semangat, jaga integritas, dan tetap rendah hati dalam menuntut ilmu. Pemerintah Kabupaten Badung selalu bangga dan mendukung perjuangan kalian sebagai calon aparatur yang akan membawa perubahan positif untuk Bali dan bangsa. Jadilah praja yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa pelayan masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dan pemerintah daerah lainnya di Bali terhadap masa depan kader-kader pemerintahan.
Tak hanya sebagai simbol dukungan moral, momen ini juga mempererat ikatan emosional antara pemerintah daerah dan para praja.
Sebagai bentuk kepedulian bersama, dalam kesempatan tersebut diserahkan dana gotong royong sebesar Rp 50 juta dari seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Bali.
Dana ini diperuntukkan mendukung kegiatan suka-duka serta pemeliharaan Pura Praja Natha di lingkungan IPDN, yang menjadi simbol spiritual dan identitas kultural praja asal Bali.
Kehadiran para kepala daerah Bali di kampus IPDN Jatinangor tidak hanya membawa semangat baru bagi para praja, namun juga menegaskan pentingnya kesinambungan antara nilai-nilai budaya lokal dengan pendidikan kepemimpinan modern yang tengah mereka tempuh.(den/ub)





