Bupati Adi Arnawa Dukung Karya Yadnya Massal Mengwitani, Jadi Wujud Kebersamaan Krama Desa

0
196
Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri Karya Yadnya Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri Karya Yadnya Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, menggelar rangkaian Karya Yadnya Massal, Selasa, 1 September 2026.

Kegiatan keagamaan yang dipusatkan di Jaba Sisi Pura Dalem Brerong, Desa Adat Mengwitani, tersebut mencakup Karya Sawa, Atma Wedana, Mapetik, Menek Kelih, Metatah, hingga Sanan Empeg.

Pelaksanaan yadnya massal ini menjadi momentum bagi krama untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus menjaga kelestarian tradisi adat dan agama di tengah perkembangan zaman.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir sebagai upasaksi sekaligus mengikuti prosesi ngias sangga.

Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya.

Pemkab Badung juga menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk membantu meringankan beban ekonomi krama dalam menjalankan kewajiban yadnya yang menjadi bagian penting dalam menjaga seni, adat, dan budaya Bali.

Baca Juga:  Jembrana Usulkan Ratusan Milyar Tangani Perbaikan Infrastruktur  Jalan dan Abrasi

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan pelaksanaan karya tersebut menjadi wujud nyata bakti krama Desa Adat Mengwitani kepada para leluhur.

“Semoga dengan pelaksanaan karya ini, leluhur kita yang sudah meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa/Ida Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Bupati juga berharap kebersamaan yang terbangun melalui pelaksanaan karya dapat terus dipertahankan demi terciptanya kedamaian di wilayah Desa Adat Mengwitani.

“Astungkara dengan karya ini juga meningkatkan semangat persatuan dan gotong royong antar-krama serta memberikan keselamatan dan kerahayuan untuk Desa Adat Mengwitani. Semoga pelaksanaan karya ini berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Baca Juga:  Lantik Tiga Perbekel PAW, Bupati Adi Arnawa Tekankan Akurasi Data dan Pelayanan Maksimal

Bendesa Adat Mengwitani I Putu Wendra mengatakan rangkaian karya telah dimulai sejak 21 Agustus dan puncaknya dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026.

Sesuai awig-awig (aturan adat) Desa Mengwitani, karya massal tersebut dilaksanakan secara berkala setiap 5 tahun sekali, atau dalam siklus besar setiap 30 tahun sekali.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara krama desa dan pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan upacara suci tersebut.

Putu Wendra menjelaskan, Karya Sawa dan Atma Wedana diawali dengan upacara Pengabenan sebanyak 2 sawa, Penglungahan 59, serta Penyekahan 102 sawa. Sementara untuk Manusia Yadnya, terdapat 57 peserta Mesangih (metatah), 15 peserta Menek Kelih, 76 peserta Mepetik, dan 2 peserta prosesi Sanan Empeg.

Baca Juga:  Pencabutan PPKM akan Berdampak Positif ke Ekonomi Nasional

“Perlu saya jelaskan, prosesi Sanan Empeg itu diperuntukkan kepada seseorang yang ditinggal meninggal oleh kakak dan adik,” jelasnya.

Upacara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda Badung, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana bersama unsur Tripika Kecamatan, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung IB. Gede Widnyana, MDA Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwitani I Nyoman Suardana beserta jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.(den/updatebali)