Bunda Rai Temukan Inovasi Unik di Tabanan, Sampah Organik Disulap Jadi Sabun Ramah Lingkungan

0
213
Bunda Rai mendorong inovasi pemanfaatan lahan dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan agar mampu menciptakan lingkungan asri sekaligus memberi nilai ekonomis bagi masyarakat Tabanan.
Bunda Rai mendorong inovasi pemanfaatan lahan dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan agar mampu menciptakan lingkungan asri sekaligus memberi nilai ekonomis bagi masyarakat Tabanan. Sumber foto : Humas Tabanan/updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Semangat menciptakan lingkungan yang bersih, asri sekaligus produktif ditunjukkan masyarakat dan satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan.

Berbagai inovasi tersebut terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, melakukan roadshow penilaian Lomba Aku Hatinya PKK dalam rangka HKG PKK ke-54, Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu Provinsi Bali. Roadshow menyasar seluruh kecamatan di Tabanan dan diawali di Kecamatan Tabanan serta Kecamatan Kediri.

Di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai mengawali kunjungan di Desa Sesandan, kemudian dilanjutkan ke SMK Bintang Persada. Sementara di Kecamatan Kediri, peninjauan dilakukan di Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, serta SMP Negeri 3 Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan bersama jajaran pengurus, kepala perangkat daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta perbekel setempat.

Di Desa Sesandan, Bunda Rai melihat langsung sejumlah inovasi yang dikembangkan masyarakat dalam mendukung program Aku Hatinya PKK. Salah satunya pemanfaatan lubang biopori serta pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan media pot yang telah dimodifikasi.

Sistem tersebut memungkinkan sampah organik diproses sekaligus menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalam pot. Inovasi sederhana itu dinilai memiliki manfaat ganda karena membantu mengurangi sampah sekaligus mendukung pemanfaatan lahan pekarangan.

Baca Juga:  12 Kids Talent Asal Bali Terpilih untuk Penyambutan Delegasi G20 di Bali

Bunda Rai mendorong masyarakat agar bantuan bibit yang telah diberikan tidak hanya disimpan, tetapi segera ditanam dan dikembangkan sebagai tanaman percontohan.

“Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.

Menurut Bunda Rai, Desa Sesandan memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk mengembangkan program Aku Hatinya PKK. Dengan penataan yang lebih baik, pekarangan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan pangan sekaligus mendukung ekonomi keluarga.

“Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa Aku Hatinya PKK bukan merupakan program baru. Namun, manfaatnya akan semakin terasa apabila dijalankan secara konsisten serta mendapat pembinaan secara berkelanjutan.

Potensi yang dikembangkan masyarakat di lokasi tersebut juga cukup beragam. Selain tanaman, terdapat budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele. Pemanfaatan berbagai komoditas tersebut dinilai dapat menjadi contoh pengelolaan pekarangan terpadu yang menghasilkan pangan sekaligus nilai ekonomi.

Baca Juga:  Bank Indonesia Luncurkan Program Eling Raga untuk Tingkatkan Perlindungan Konsumen di Bali

Dari Desa Sesandan, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai menyaksikan inovasi siswa dalam mengolah limbah menjadi produk ramah lingkungan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Lerazym Clean, sabun cair berbahan eco enzyme dan ekstrak buah lerak. Eco enzyme yang digunakan berasal dari proses fermentasi selama tiga bulan terhadap limbah organik, termasuk sisa buah dan sayuran dari program MBG serta kegiatan praktik siswa jurusan kuliner.

“Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi,” ujar Miss Gung Dyah, salah satu penggagas inovasi tersebut.

Ia menjelaskan, produk tersebut telah digunakan di lingkungan sekolah untuk mencuci berbagai peralatan hingga pakaian, termasuk kain berbahan Endek. Penggunaan bahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

Kreativitas siswa SMK Bintang Persada mendapat apresiasi Bunda Rai. Ia mendorong agar inovasi berbasis lingkungan terus dikembangkan, termasuk pemanfaatan limbah produksi menjadi kerajinan maupun produk yang memiliki nilai ekonomi.

Roadshow kemudian berlanjut ke Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Di lokasi ini, Bunda Rai meninjau kesiapan warga dalam mengikuti Lomba Telajakan.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Tabanan Hadiri Acara Dua Tahun Kepemimpinan Jaya-Wira

Ia mengapresiasi upaya masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan sejumlah arahan agar penataan telajakan dapat dibuat semakin rapi.

“Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” pesannya.

Kunjungan terakhir berlangsung di SMP Negeri 3 Kediri. Sekolah tersebut memiliki inovasi PSBS bernama Simponi atau Sistem Pengelolaan Sampah Organik Non Organik Inovatif dengan slogan ASA, yakni Ada Sampah Ambil.

Bunda Rai melihat langsung keterlibatan siswa dalam memilah dan mengelola sampah. Sebagian sampah yang terkumpul juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk kerajinan.

Menurutnya, keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Menutup rangkaian kegiatan, Bunda Rai memberikan apresiasi kepada masyarakat, sekolah, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian penilaian dan pembinaan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,” ujarnya.

Rangkaian roadshow tersebut menunjukkan bahwa program PKK tidak hanya berkaitan dengan penataan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mendorong ketahanan pangan, kreativitas generasi muda, pengurangan sampah, hingga peningkatan nilai ekonomi keluarga.(den/updatebali)