UPDATEBALI.com, BULELENG – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Buleleng terus mematangkan penerapan Sistem Informasi Manajemen PKK (SIMPKK) yang dijadwalkan diluncurkan pada Agustus 2026.
Sistem berbasis digital tersebut dipersiapkan untuk memperkuat pengelolaan administrasi, pelaporan kegiatan, hingga pendataan secara terintegrasi dari tingkat desa sampai kabupaten.
Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra, mengatakan pengembangan SIMPKK menunjukkan perkembangan yang positif. Sebelum resmi dioperasikan, seluruh pengurus diminta melakukan pengecekan terhadap setiap fitur agar sistem benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Setelah peluncuran pada Agustus nanti, kita akan langsung melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan. Karena itu, seluruh masukan harus disampaikan sejak sekarang agar sistem yang digunakan benar-benar siap,” ujarnya.
Wardhani menjelaskan, penerapan digitalisasi tidak hanya difokuskan pada administrasi TP PKK, tetapi juga akan mendukung sistem pendataan Posyandu. Dengan basis data yang terintegrasi, proses pengumpulan, pengolahan, hingga pelaporan informasi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan berjenjang mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Ia menilai tahap penyempurnaan aplikasi menjadi proses yang sangat penting karena setiap perubahan pada fitur akan berdampak terhadap struktur database maupun sistem yang sedang dikembangkan. Untuk itu, seluruh pengurus diminta aktif memberikan masukan selama proses uji coba berlangsung.
“Kalau ada kekurangan atau kendala, sekarang waktunya diperbaiki. Setelah diluncurkan, sistem ini harus benar-benar siap digunakan oleh seluruh kecamatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, menjelaskan pengembangan SIMPKK dilakukan berdasarkan arahan Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng dengan mengadaptasi konsep sistem informasi manajemen PKK yang telah diterapkan di DKI Jakarta.
Menurutnya, penyusunan aplikasi dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan jajaran pengurus TP PKK agar sistem yang dibangun mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna sekaligus mendukung pengembangan di masa mendatang.
Saat ini, progres pengembangan SIMPKK telah mencapai sekitar 50 persen. Tahapan berikutnya difokuskan pada penyempurnaan fitur, validasi kebutuhan pengguna, serta penguatan struktur database sebelum sistem diterapkan secara penuh.
“Kami memohon masukan dan arahan agar sistem yang sedang dibangun ini benar-benar sesuai kebutuhan TP-PKK Kabupaten Buleleng. Prinsipnya, database yang kuat akan menjadi fondasi agar sistem dapat terus dikembangkan di masa mendatang,” jelasnya.
Melalui implementasi SIMPKK, TP PKK Kabupaten Buleleng menargetkan seluruh proses administrasi, pelaporan kegiatan, serta pengelolaan data organisasi dapat dilakukan secara digital.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas kinerja organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan program pemberdayaan keluarga yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.(adv/ub)





