spot_img
spot_img
BerandaBaliBukan Sekadar Festival, D’Youth Fest 6.0 Jadi Rumah Kolaborasi Kreatif Anak Muda...

Bukan Sekadar Festival, D’Youth Fest 6.0 Jadi Rumah Kolaborasi Kreatif Anak Muda Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Berakhirnya Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 tidak menghentikan semangat yang dibangun selama penyelenggaraannya.

Festival bertema “Feel the Growth: Eco Culture” tersebut dinilai berhasil menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, pelestarian budaya, hingga kepedulian terhadap lingkungan dalam satu wadah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Selama berlangsung, ribuan pengunjung memadati kawasan festival untuk menikmati beragam agenda, mulai dari pertunjukan seni, konser musik, pameran ekonomi kreatif, workshop, hingga aktivitas komunitas. Tingginya antusiasme masyarakat memperlihatkan bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu agenda kreatif yang mendapat tempat di kalangan generasi muda Kota Denpasar.

Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian adalah penampilan Ogoh-Ogoh Gajah karya STT Yowana Saka Bhuana Banjar Tainsiat bersama mentor seniman Kedux. Karya bertajuk G.A.J.A.H (Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup) tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan visual yang spektakuler, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan alam.

Penyelenggaraan D’Youth Fest tahun ini juga memperlihatkan semakin luasnya partisipasi lintas sektor. Tidak hanya komunitas seni dan pelaku UMKM, festival turut melibatkan kreator digital, pegiat lingkungan, hingga petani muda yang memperlihatkan bahwa sektor pertanian juga memiliki ruang untuk berkembang melalui inovasi dan kreativitas.

Baca Juga:  DEF 2026 Resmi Dibuka, Wawali Arya Wibawa Dorong Pelajar Denpasar Tampil Kreatif dan Inovatif

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

“Kami bersyukur DYouth Fest kembali mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Yang paling membanggakan bukan hanya tingginya antusiasme pengunjung, tetapi juga tumbuhnya kolaborasi antar komunitas, lahirnya ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya terbaiknya, serta semakin kuatnya kesadaran bahwa kreativitas harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Wali Kota Denpasar.

Menurut Jaya Negara, semangat Feel the Growth menjadi ajakan bagi masyarakat untuk berkembang bersama melalui kreativitas sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.

“Kami ingin anak-anak muda datang ke DYouth membawa ide dan semangat, menikmati setiap cerita, karya, dan kolaborasi yang hadir, kemudian pulang dengan membawa inspirasi serta nilai berharga untuk bertumbuh lebih baik. Itulah makna Eco Culture, bahwa festival bukan hanya tentang menikmati hiburan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menjaga budaya, dan keberlanjutan” tambahnya.

Baca Juga:  KPA dan Dinkes Denpasar Bergerak Bersama, Edukasi Publik Warnai Peringatan HAS 2025

Ketua Harian BKraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, menilai D’Youth Fest kini telah berkembang menjadi wadah yang mampu mempertemukan berbagai potensi kreatif dari beragam sektor.

“DYouth bukan hanya sebuah festival, tetapi ruang bertumbuh bagi ide, kreativitas, dan kolaborasi. Tahun ini kami melihat semakin banyak komunitas yang terlibat, termasuk hadirnya petani muda yang membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas sektor. Ketika komunitas, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat bergerak bersama, maka ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh semakin kuat,” ujarnya.

Selain aspek kreativitas, penyelenggara juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran pengunjung dalam mendukung kampanye Eco Culture melalui kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah membiasakan diri memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Memang masih terdapat beberapa sampah yang tercecer dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun yang lebih penting, kami melihat kesadaran baru mulai tumbuh. DYouth ingin mengajak masyarakat datang menikmati festival, menikmati setiap ceritanya, lalu pulang dengan meninggalkan jejak baik, bukan meninggalkan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Denpasar Hadiri Metatah dan Mepetik Massal di Desa Dauh Puri Kaja

Dukungan terhadap penyelenggaraan D’Youth Fest juga datang dari kalangan pemuda. Rama, salah satu Duta Pemuda Kota Denpasar, menilai festival tersebut telah membuka ruang baru bagi komunitas untuk saling terhubung dan berkembang bersama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Bkraf Denpasar yang terus memberikan ruang bagi organisasi pemuda dan komunitas untuk berkembang. DYouth bukan hanya menjadi tempat menampilkan karya, tetapi juga mempertemukan kami dengan komunitas lain, membuka peluang kolaborasi, berbagi pengalaman, hingga memperluas jaringan. Ruang seperti ini sangat berarti bagi anak muda untuk terus belajar, berkarya, dan tumbuh bersama,” tuturnya.

Keberhasilan D’Youth Fest 6.0 menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga media untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Nilai-nilai kolaborasi yang tumbuh selama penyelenggaraan diharapkan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pengembangan Kota Denpasar sebagai kota kreatif yang berkelanjutan.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments