spot_img
spot_img
BerandaBaliHUT ke-422 Singaraja, Bupati Sutjidra Tekankan Harmoni dan Kebersamaan sebagai Kunci Pembangunan

HUT ke-422 Singaraja, Bupati Sutjidra Tekankan Harmoni dan Kebersamaan sebagai Kunci Pembangunan

UPDATEBALI.com, BULELENGPemerintah Kabupaten Buleleng memperingati Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja dengan mengusung tema “Bhinneka Shanti Jagadhita”.

Tema ini mencerminkan komitmen menjadikan Singaraja sebagai kota yang menjunjung keberagaman, menjaga kedamaian, serta mewujudkan kesejahteraan bersama.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa nilai kebhinekaan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, semangat tersebut telah diwariskan sejak masa kepemimpinan Ki Barak Panji Sakti yang membangun Buleleng dengan prinsip persatuan di tengah keberagaman.

“Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga. Buleleng dibangun di atas keberagaman yang disatukan oleh gotong royong,” ujarnya.

Dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, berbagai program pembangunan telah dijalankan sebagai implementasi visi pembangunan daerah yang selaras dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Baca Juga:  Meriahkan HUT Korpri ke-51, Pemkab Buleleng Gelar Lomba Olahraga

Sebagai wujud kebijakan pro rakyat, Pemkab Buleleng juga meluncurkan program pembebasan dan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kebijakan ini memberikan pembebasan pokok dan denda pajak hingga tahun 2021, dengan syarat pelunasan pajak tahun 2022–2026.

Selain itu, tersedia potongan pembayaran PBB tahun 2026 sebesar 1 persen untuk ketetapan hingga Rp2 juta dan 0,5 persen untuk nilai di atasnya bagi pembayaran sebelum 30 Juni 2026.

“Inovasi yang kita hadirkan harus berlandaskan niat untuk memudahkan dan meringankan masyarakat,” tegas Sutjidra.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ke-45 ST Dharma Putra di Desa Kekeran

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian pembangunan Buleleng pada 2025 menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan menurun menjadi 5,2 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 1,51 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 76,06.

Menurut Sutjidra, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Kita semua adalah krama Buleleng. Mari hilangkan ego sektoral dan bersama-sama membangun daerah dengan menjaga kedamaian,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, penguatan produk unggulan daerah terus didorong melalui pengakuan indikasi geografis. Saat ini, kopi robusta Lemukih telah memperoleh pengakuan tersebut, dan ke depan akan diusulkan gula aren Pedawa serta kopi Gunung Kutul dari Desa Pancasari.

Baca Juga:  Polda Bali Awasi Peredaran Obat Sirop Cegah Gagal Ginjal Anak

Selain itu, penataan infrastruktur juga menjadi fokus, termasuk pengembangan kawasan strategis seperti titik nol Kota Singaraja dan kawasan Pelabuhan Tua. Pemerintah juga merencanakan revitalisasi RSUD Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kesehatan semakin optimal, termasuk mengatasi antrean panjang pasien,” jelasnya.

Dalam momentum peringatan ini, Pemkab Buleleng juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, khususnya bagi warga terdampak banjir di Desa Banjar dan sekitarnya.

Melalui semangat “Bhinneka Shanti Jagadhita”, diharapkan Buleleng semakin maju dengan tetap menjaga keharmonisan, kebersamaan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments