spot_img
spot_img
BerandaBaliArt & Bali 2026 Siap Digelar, Nuanu Hadirkan 20 Galeri dan Kurator...

Art & Bali 2026 Siap Digelar, Nuanu Hadirkan 20 Galeri dan Kurator Internasional

UPDATEBALI.comTABANANNuanu Creative City memastikan penyelenggaraan kembali Art & Bali pada 11–13 September 2026. Ajang seni kontemporer ini diproyeksikan semakin berkembang dengan menghadirkan lebih banyak galeri serta program kuratorial yang lebih eksploratif.

Setelah sukses pada edisi perdana yang melibatkan lebih dari 150 seniman dan menarik ribuan pengunjung, Art & Bali kembali hadir sebagai ruang pertemuan bagi pelaku seni, kolektor, dan komunitas kreatif, dengan pendekatan yang menggabungkan konteks lokal Bali dan dinamika global.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyebut bahwa Art & Bali dirancang sebagai jembatan untuk memperkuat posisi seni dan budaya Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga:  Kenakan Busana Adat, Ida Setiawati Promosikan Kerajinan Bali pada Ajang Kriyanusa di JCC

“Potensi budaya Indonesia sangat besar, namun belum sepenuhnya terangkat secara global. Art & Bali hadir untuk membuka ruang tersebut sekaligus mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem seni,” ujarnya pada Senin 30 Maret 2026.

Pada edisi 2026, Art & Bali akan menampilkan sekitar 20 galeri dalam bagian utama pameran. Selain itu, acara ini juga akan memperluas perannya sebagai platform pertukaran gagasan, praktik koleksi, serta kolaborasi lintas disiplin.

Fair Director Art & Bali, Kelsang Dolma, menegaskan bahwa konsep yang diusung tidak sekadar meniru format pameran internasional, melainkan mengembangkan model yang relevan dengan karakter Bali.

Baca Juga:  PICA Fest 2022 Hadir Kembali Usai Vakum Dua Tahun

“Kami ingin menghadirkan art fair yang kuat secara budaya, memiliki nilai komersial, dan tetap terbuka bagi berbagai audiens serta perspektif,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan kuratorial, Art & Bali 2026 menunjuk Bandana Tewari sebagai kurator utama, didampingi Brina Paska sebagai asisten kurator. Pameran kuratorial tahun ini akan mengangkat tema persinggungan antara fashion, seni, dan kriya.

Bandana Tewari menjelaskan bahwa pameran tersebut akan mengeksplorasi hubungan antara praktik artistik dengan memori, material, serta identitas budaya.

Baca Juga:  Sikapi Kisruh Piala Dunia U-20, Gubernur Wayan Koster Ajak Masyarakat Junjung Nilai-nilai Kemanusiaan

“Fashion, seni, dan kriya memiliki keterkaitan yang kuat sebagai bentuk ekspresi budaya. Di Bali, praktik ini hidup dan berkembang, sehingga menjadi konteks yang sangat relevan untuk dieksplorasi,” ujarnya.

Selain pameran utama, rangkaian Art & Bali 2026 juga akan dilengkapi dengan berbagai program publik seperti diskusi, pertunjukan, hingga karya site-specific yang tersebar di kawasan Nuanu Creative City.

Dengan konsep tersebut, Art & Bali tidak hanya berfungsi sebagai pasar seni, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya yang dinamis dan berkelanjutan.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments