Industri F&B Bali Kian Kompetitif, Nuanu Creative City Dorong Diskusi Strategis dan Solutif

0
388
Nuanu Future Talks di Bali mempertemukan CEO Lev Kroll dan pelaku F&B untuk mendorong perkembangan industri kuliner yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Nuanu Future Talks di Bali mempertemukan CEO Lev Kroll dan pelaku F&B untuk mendorong perkembangan industri kuliner yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Sumber foto : Istimewa

UPDATEBALI.com, TABANAN – Industri kuliner Bali memasuki babak baru. Melalui forum Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders, Nuanu Creative City mengumpulkan para pemilik restoran, chef, dan pelaku hospitality untuk membahas masa depan sektor makanan dan minuman (F&B) yang lebih profesional dan berkelanjutan.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan bahwa Bali tidak lagi membutuhkan sekadar opini tentang dunia kuliner, melainkan ruang dialog yang konkret dan solutif.

“Bali tidak lagi membutuhkan sekadar opini tentang dunia kulinernya. Yang dibutuhkan adalah ruang di mana orang-orang yang benar-benar terlibat dan bekerja di dalamnya bisa berpikir dan berdiskusi bersama. Itulah yang sedang kami bangun di Nuanu Creative City,” ujarnya.

Baca Juga:  Antisipasi Varian Baru Covid-19, Dandim Ingatkan Jajaran

Menurutnya, kuliner menjadi titik awal paling alami dalam rangkaian Future Talks, terutama seiring persiapan peluncuran Sutala Market sebagai destinasi gastronomi baru di kawasan tersebut.

“Kami ingin menghadirkan yang terbaik dari dunia ke Indonesia, sekaligus memastikan yang terbaik dari Indonesia terwakili di sana. Karena itu, kami duduk bersama para talenta terbaik untuk memastikan langkah ini dijalankan dengan tepat,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkab Manggarai Barat Kunjungi Dekranasda Kota Denpasar, Pelajari Program Unggulan Lorakaca

Perkembangan industri restoran di Bali dinilai semakin cepat dan matang. Perhatian pasar internasional, hadirnya investor baru, serta munculnya konsep restoran yang dipimpin langsung oleh chef profesional telah mendorong peningkatan standar industri. Namun, tantangan pun ikut meningkat, mulai dari kepatuhan regulasi, praktik berkelanjutan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga strategi bisnis jangka panjang.

Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi aplikatif yang membahas persoalan mendasar, seperti bagaimana memastikan operasional berjalan sesuai aturan serta bagaimana mendorong peningkatan standar industri secara kolektif.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bali Tourism & Investment Chamber, Bali Restaurant & Cafe Association, serta Bali HoreCa Club sebagai wujud komitmen bersama memperkuat tata kelola sektor F&B di Bali.

Baca Juga:  Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Art & Bali 2026, Seniman dari Berbagai Negara Berkumpul

Nuanu Creative City sendiri merupakan kawasan kreatif seluas 44 hektare yang dirancang sebagai ekosistem terintegrasi mencakup pendidikan, seni dan budaya, kebugaran, hiburan, hingga gaya hidup berbasis alam.

Melalui dialog dan kolaborasi lintas pelaku industri, Future Talks diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan kuliner Bali yang lebih bertanggung jawab dan berdaya saing global.(yud/ub)