Wabup Bangli Hadiri Prosesi Mepepada Agung, Sakralkan Wewalungan Jelang Nyepi Tahun Caka 1948

0
174
Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar upacara Bhakti Mepepada Agung Wewalungan yang dipusatkan di Catus Pata (perempatan agung) Bangli, Selasa 17 Maret 2026.
Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar upacara Bhakti Mepepada Agung Wewalungan yang dipusatkan di Catus Pata (perempatan agung) Bangli, Selasa 17 Maret 2026. Sumber foto: Humas Bangli

UPDATEBALI.com, BANGLI – Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar upacara Bhakti Mepepada Agung Wewalungan yang dipusatkan di Catus Pata (perempatan agung) Bangli, Selasa 17 Maret 2026.

Kegiatan sakral ini dihadiri Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Majelis Desa Adat (MDA), serta tokoh keagamaan dari PHDI dan WHDI Kabupaten Bangli.

Baca Juga:  Tarif Parkir di Jembrana Naik 1000 Per Kendaraan, Berlaku Awal 2024

Upacara Mepepada Agung merupakan rangkaian penting menjelang Tawur Agung Kesanga, yang bertujuan untuk menyucikan hewan-hewan (wewalungan) yang akan digunakan sebagai sarana upakara. Penyucian ini diyakini sebagai bentuk peningkatan nilai spiritual roh hewan dalam siklus kehidupan selanjutnya.

Prosesi utama dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba Tajung dari Griya Bukit Bangli. Dalam pelaksanaannya, seluruh wewalungan diarak mengelilingi Catus Pata sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan alam semesta (bhuana agung).

Baca Juga:  Yayasan Astra-YDBA Perkuat Daya Saing UMKM, Siapkan Pelaku Usaha Masuk Rantai Pasok Industri

Beragam jenis hewan turut dilibatkan dalam ritual ini, mulai dari kerbau, anak sapi, kambing, anak babi, hingga anjing merah. Selain itu, terdapat pula berbagai jenis unggas seperti angsa, itik, dan ayam dengan beragam simbolik warna yang melengkapi sarana yadnya.

Wakil Bupati I Wayan Diar menegaskan bahwa pelaksanaan upacara ini mencerminkan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal Bali.

Baca Juga:  Wakil Bupati Bangli Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2023

“Partisipasi semua pihak dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk melestarikan adat dan budaya, demi tercapainya keseimbangan kehidupan masyarakat secara sekala dan niskala,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Mepepada Agung ini, diharapkan nilai-nilai spiritual dan tradisi leluhur tetap terjaga, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menjelang Hari Raya Nyepi.(yud/ub)