spot_img
spot_img
BerandaBaliNyepi dan Lebaran Berdekatan, Jaya Negara–Arya Wibawa Serukan Persatuan dan Toleransi di...

Nyepi dan Lebaran Berdekatan, Jaya Negara–Arya Wibawa Serukan Persatuan dan Toleransi di Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak masyarakat memaknai dua hari besar tersebut sebagai momentum introspeksi diri dan memperkuat toleransi.

Hari Suci Nyepi merupakan perayaan penting bagi umat Hindu yang dilaksanakan melalui beberapa rangkaian upacara sakral.

Rangkaian tersebut diawali dengan upacara Melasti atau Pemelastian sebagai simbol penyucian bhuana alit dan bhuana agung. Selanjutnya dilaksanakan Tawur Agung Kesanga yang bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga di Catus Pata desa maupun kabupaten/kota sebagai upaya menetralkan unsur negatif di alam semesta.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Padiksan di Sanur, Pengukuhan Sulinggih Berlangsung Khidmat

Pada malam Pangerupukan, masyarakat biasanya melaksanakan ritual Nyomya Bhuta Kala yang identik dengan arak-arakan ogoh-ogoh. Kreativitas generasi muda dalam pembuatan ogoh-ogoh juga difasilitasi melalui kegiatan lomba ogoh-ogoh dan Kesanga Festival.

Keesokan harinya, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian sebagai inti dari Hari Suci Nyepi. Empat pantangan tersebut meliputi Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang dimaknai sebagai proses penyucian diri, meningkatkan pengendalian diri serta memperkuat sradha dan bhakti melalui mulat sarira atau introspeksi diri.

Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan Ngembak Geni yang dimaknai sebagai momen mempererat hubungan sosial melalui Dharma Shanti.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Hadiri Perayaan Paskah, Tegaskan Pentingnya Kerukunan Antarumat Beragama

Di sela-sela aktivitas kedinasannya, Senin, 16 Maret 2026, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak seluruh umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk melaksanakan seluruh rangkaian Nyepi sebagai yadnya suci dalam meningkatkan sradha bhakti, baik dalam menjalankan Dharma Agama maupun Dharma Negara.

Menurutnya, pelaksanaan Nyepi hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum refleksi diri sekaligus memperkuat rasa saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

“Melalui perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang beriringan tahun ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikannya sebagai ajang kontrol diri dan mulat sarira, sekaligus bentuk penyucian alam semesta dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam menuju Denpasar Maju,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Baca Juga:  Diikuti 1.730 Atlet Pelajar, Arya Wibawa Tinjau Porsenijar Esport di Denpasar

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat memperkuat semangat menyama braya, saling membantu, saling memiliki serta mengedepankan nilai asah, asih, dan asuh dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selamat melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 bagi umat Hindu serta Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim. Semoga momentum suci yang beriringan ini menjadi ajang introspeksi diri dan memperkuat sradha bhakti sesuai swadarma masing-masing demi mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju,” ujar Jaya Negara didampingi Arya Wibawa.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments