UPDATEBALI.com, DENPASAR – Turnamen bola basket Walikota Cup ke-16 Tahun 2026 resmi digelar pada 13–15 Maret 2026. Ajang ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Denpasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Umum KONI Denpasar, Putu Yudi Atmika. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kejuaraan seperti Walikota Cup memiliki peran penting dalam memastikan proses pembibitan atlet bola basket berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ajang lahirnya talenta baru setiap tahun.
“Harapan kami tentu pembibitan atlet basket terus berlanjut sehingga tidak terputus. Setiap tahun harus ada atlet muda yang muncul, baik dari usia dini maupun atlet yang siap berprestasi. Dengan adanya Walikota Cup ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya usai pembukaan turnamen pada Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Denpasar dan Bali yang selama ini terus mendukung pembinaan atlet. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya mewakili Denpasar dan Bali, tetapi juga Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Ketua Umum PERBASI Bali, Gede Wahyu Surya Putra, menyebut Kota Denpasar selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga bola basket di Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya klub pembinaan yang berkembang di Kota Denpasar dibandingkan kabupaten lainnya.
“Denpasar memang menjadi barometer pembinaan bola basket di Bali. Klub pembinaan di Denpasar jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain, sehingga bagi kami di PERBASI Bali tentu lebih mudah memiliki stok atlet yang besar dari Denpasar, meskipun kabupaten lain juga turut berkontribusi,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PERBASI Kota Denpasar, I Made Susila Darma, mengatakan Walikota Cup menjadi salah satu program awal kepengurusan PERBASI Denpasar periode 2025–2029. Setelah turnamen ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda kompetisi lainnya untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet.
Ia menjelaskan bahwa pada 29 April 2026 mendatang PERBASI Denpasar akan menggelar turnamen 5 on 5 bertajuk PERBASI Denpasar Cup. Selanjutnya, pada bulan September juga akan digelar kejuaraan untuk kategori usia 18 tahun ke atas.
“Pesertanya merupakan klub-klub binaan PERBASI Denpasar. Saat ini ada 14 klub yang aktif membina atlet usia 8 sampai 16 tahun dengan total sekitar 123 tim yang terlibat dalam pembinaan,” katanya.
Turnamen 3×3 Walikota Cup 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, yakni pada 13 hingga 15 Maret 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 14 klub binaan PERBASI Kota Denpasar dengan total 123 tim yang berpartisipasi.
Secara keseluruhan, jumlah atlet muda yang terlibat mencapai 492 orang, mengingat setiap tim terdiri dari empat pemain, yaitu tiga pemain inti dan satu cadangan. Selain itu, pertandingan juga didukung oleh 16 orang perangkat pertandingan dan wasit, serta 10 orang panitia pelaksana.
Meski demikian, Susila Darma mengakui masih terdapat kendala terkait ketersediaan venue pertandingan karena harus berbagi dengan cabang olahraga lain. Kondisi ini membuat beberapa kompetisi membutuhkan waktu pelaksanaan yang lebih panjang.
Selain fokus pada pembinaan atlet, PERBASI Denpasar juga berupaya meningkatkan jumlah wasit berlisensi. Saat ini terdapat sekitar tujuh wasit aktif di Denpasar. Untuk menambah jumlah tersebut, pada 9 April mendatang akan digelar penataran wasit baru bekerja sama dengan Universitas PGRI Mahadewa sebagai lokasi pelaksanaan.
Lebih jauh, Susila Darma berharap perkembangan olahraga basket di Denpasar ke depan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mampu mendorong terbentuknya industri olahraga yang lebih luas.
“Kami berharap olahraga ini bisa menjadi sport industry yang menghidupi banyak pihak, mulai dari pelatih, wasit, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan olahraga. Dengan banyaknya kejuaraan, ekosistem basket di Denpasar bisa semakin berkembang,” pungkasnya. (di/ub)





