UPDATEBALI.com, SURABAYA – Dalam rangka mempercepat terwujudnya Badung Berdaulat Pangan dan Berdikari, Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung melaksanakan studi komparasi ke Blitar dan Surabaya, Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan ini dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Kepala Kesbangpol Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, beserta jajaran. Kunjungan ini difokuskan pada upaya menggali praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di Badung.
Agenda awal dimulai di Perpustakaan Bung Karno Blitar, di mana rombongan diterima oleh Kepala UPT Perpustakaan Bung Karno Nurny Syam bersama Pustakawan Ahli Utama Hartono. Di lokasi tersebut, rombongan memperoleh gambaran pengelolaan literasi serta pelestarian nilai-nilai sejarah kebangsaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Bung Karno yang diterima oleh Kepala Bidang Kawasan Makam Bung Karno Adi Ardila, serta kunjungan ke Rumah Kelahiran Bung Karno. Setelah itu, rombongan bertolak ke Museum 10 November Surabaya yang diterima oleh Kurator Museum Mochammad Triatmantio Agustiono untuk melihat langsung koleksi dan nilai historis perjuangan bangsa.
Selain itu, rombongan juga mengunjungi Kantor Bakesbangpol Kabupaten Blitar dan diterima oleh Kepala Bakesbangpol Blitar Suhendro Winarso bersama Wakil Ketua Mohamad Irbaun serta unsur Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Kunjungan turut dilanjutkan ke PT Sumber Kelapa Beky Farm yang didampingi Wakil Bupati Blitar Arina Andriani.
Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan bahwa rangkaian kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program daerah, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, serta penguatan nilai kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa berbagai praktik yang ditemukan di lokasi studi komparasi akan dikaji untuk disesuaikan dengan potensi wilayah Badung agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, pihak Bakesbangpol Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di daerahnya melibatkan sinergi berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri melalui peran Babinsa dan aparat kepolisian yang aktif mendampingi petani dalam produksi pangan utama seperti padi dan jagung.
Di sektor ekonomi, penguatan masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola usaha mandiri seperti peternakan ayam petelur dan ayam potong. Model ini dinilai mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan warga desa.
Sebagai tindak lanjut, Kabupaten Badung dan Kabupaten Blitar sepakat menjajaki kerja sama dalam pengelolaan dan pemasaran produk telur hasil BUMDes guna memperluas distribusi dan menjaga stabilitas pasokan pangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan langkah penguatan kemandirian pangan di Kabupaten Badung dapat semakin terarah, sekaligus memperkokoh nilai kebersamaan dan persatuan dalam pembangunan daerah.(den/ub)





