Hadapi Persoalan Sampah, Wali Kota Jaya Negara Dorong Sekolah Bentuk Generasi Peduli Lingkungan

0
108
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber bagi satuan pendidikan di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat 6 Maret 2026.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber bagi satuan pendidikan di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat 6 Maret 2026. Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat upaya penanganan sampah melalui pendekatan pengelolaan dari sumbernya.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber bagi satuan pendidikan di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat 6 Maret 2026.

Kegiatan ini diikuti berbagai unsur pendidikan, mulai dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali dan Kota Denpasar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD, SMP hingga SMA negeri maupun swasta se-Kota Denpasar, serta sejumlah instansi terkait.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Provinsi Bali, jajaran Forkopimda serta perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Denpasar.

Dalam arahannya, Jaya Negara menekankan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyukseskan program pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah digencarkan pemerintah kota. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang membentuk kebiasaan hidup ramah lingkungan sejak usia dini.

Baca Juga:  Jelang Pengarakan Ogoh-ogah, Kapolres Jembrana Himbau Yowana Hindari Konsumsi Miras 

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa sebagian besar satuan pendidikan di Denpasar telah menerapkan berbagai upaya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.

“Kami percaya sekolah dan para tenaga pendidik sudah lama berperan dalam menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber. Ke depan, peran ini perlu terus diperkuat agar sekolah bisa menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran lingkungan,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan langkah ini juga sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan kunjungan ke Denpasar beberapa waktu lalu. Pemerintah kota diminta mempercepat langkah konkret dalam pengelolaan sampah dari sumber, sekaligus sebagai upaya mengantisipasi kondisi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Menurutnya, langkah prioritas yang perlu terus diperluas adalah pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah tangga hingga lingkungan sekolah. Pemkot Denpasar juga telah melakukan berbagai sosialisasi serta membagikan komposter kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata.

Baca Juga:  Putri Koster: Baturiti Jadi Contoh, 48 Desa Adat Terapkan Teba Modern untuk Atasi Sampah

Komitmen tersebut diperkuat melalui Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Kebijakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari asalnya, pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomi melalui bank sampah, pengolahan sampah organik dengan berbagai metode, serta pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai, terutama plastik.

Selain itu, satuan pendidikan juga didorong melibatkan seluruh warga sekolah dalam gerakan peduli lingkungan, menerapkan sistem pemilahan sampah, serta membangun kebiasaan positif bagi para siswa.

“Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan baik kepada generasi muda. Jika sejak dini anak-anak terbiasa memilah dan mengelola sampah, maka kita sedang menyiapkan generasi yang peduli lingkungan sekaligus masa depan Kota Denpasar yang lebih bersih,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memotivasi seluruh satuan pendidikan agar menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Lantik Pengurus TP PKK Provinsi Bali, Mahendra Jaya ajak ‘Ngrombo’ Entaskan Kemiskinan dan Stunting

Ia menambahkan, program tersebut telah menjadi salah satu prioritas pemerintah kota dan mendapat dukungan dari berbagai unsur pendidikan, termasuk PGRI serta MKKS di seluruh jenjang sekolah di Denpasar.

Ke depan, Pemkot Denpasar juga berencana menggelar kompetisi sekolah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber yang akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Guru pada November mendatang.

Di sisi lain, Ketua PGRI Kota Denpasar I Ketut Suarya menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah daerah tersebut. Ia memastikan PGRI akan segera menindaklanjuti sosialisasi ini dengan memperkuat edukasi kepada para tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan.

“Kami akan mengintensifkan sosialisasi kepada para guru dan sekolah agar dapat semakin berperan aktif dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar,” ujarnya.(per/ub)