spot_img
spot_img
BerandaBaliKasanga Festival 2026 Resmi Dibuka, Pawai 16 Ogoh-ogoh Terbaik Ramaikan Catur Muka...

Kasanga Festival 2026 Resmi Dibuka, Pawai 16 Ogoh-ogoh Terbaik Ramaikan Catur Muka Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar resmi membuka Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 yang digelar di kawasan Catus Pata Patung Catur Muka, Jumat 6 Maret 2026.

Pembukaan festival yang menjadi rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi ini ditandai dengan bunyi kulkul oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 8 Maret mendatang.

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan langsung diramaikan dengan pawai 16 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar. Karya-karya tersebut merupakan hasil seleksi dari ratusan peserta yang sebelumnya mengikuti tahapan penilaian. Pawai ogoh-ogoh ini menjadi salah satu atraksi utama yang menyedot perhatian masyarakat yang memadati kawasan pusat kota.

Baca Juga:  Aktif Sukseskan Tourism Levy di Bali, Konjen Australia Dukung Penuh Gebrakan Gubernur Koster di Bidang Pendidikan, Pariwisata, dan Budaya

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Kasanga Festival merupakan ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat pelestarian budaya Bali. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun Denpasar berbasis budaya.

“Festival ini memberi ruang bagi para kreator ogoh-ogoh untuk berkompetisi secara sehat dengan tetap mengedepankan nilai etika, logika, dan estetika. Harapannya, kreativitas anak muda terus berkembang sekaligus memperkuat identitas budaya Bali,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan rangkaian kegiatan festival. Jaya Negara berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:  Bupati Tamba Kagumi Akulturasi Budaya di Upacara Petik Laut Candikusuma

Selain menjadi wadah kreativitas, pelaksanaan Kasanga Festival tahun ini juga mengusung konsep pengelolaan sampah berbasis sumber. Pemerintah Kota Denpasar bersama komunitas lingkungan menerapkan sistem waste management selama festival berlangsung guna meminimalisasi sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana, menjelaskan bahwa Kasanga Festival tahun ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan. Selain pawai 16 ogoh-ogoh terbaik, festival juga diramaikan lomba ogoh-ogoh mini, lomba sketsa, lomba tapel, penampilan barong, serta lomba baleganjur ogoh-ogoh.

“Kasanga Festival menjadi ajang berkumpulnya berbagai kreativitas anak muda yang berkaitan dengan tradisi menjelang Nyepi, sekaligus memperkuat nilai kearifan lokal,” ujarnya.

Baca Juga:  Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 6 Sumerta, Pemkot Denpasar Perkuat Program Sekolah Asri

Tak hanya itu, puluhan pelaku UMKM juga turut dilibatkan dengan membuka stan kuliner dan produk kreatif bagi pengunjung. Kehadiran UMKM diharapkan mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus menambah daya tarik festival.

Dalam kompetisi ogoh-ogoh tersebut, 16 kelompok STT yang lolos seleksi akan memperoleh dana pembinaan masing-masing sebesar Rp30 juta. Mereka juga akan bersaing memperebutkan gelar juara dengan hadiah utama mencapai Rp50 juta.

Berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam pembukaan festival tersebut. Pemerintah Kota Denpasar pun mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati rangkaian kegiatan dengan tetap menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan selama festival berlangsung.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments