UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dinas Sosial Kota Denpasar menggelar pelatihan pembuatan makanan bagi 100 perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari empat kecamatan di Denpasar.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis, 5 Maret 2026 hingga Jumat, 6 Maret 2026, ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty.
Pelatihan yang menggandeng pelaku usaha kuliner Sugatu Bali sebagai narasumber tersebut juga melibatkan peserta dari program Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Denpasar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan serta mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
Dalam arahannya, Laxmy Saraswaty menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada pembuatan makanan yang mudah diproduksi di rumah dan berpotensi dijual di lingkungan sekitar. Beberapa jenis makanan yang dilatihkan antara lain risoles, nugget talas, dan siomay.
“Jenis makanan yang dilatih kali ini bisa langsung dipraktikkan di rumah dan dipasarkan di lingkungan sekitar terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain praktik pembuatan makanan, peserta juga mendapatkan materi tentang strategi pemasaran serta teknik pengemasan sederhana agar produk lebih menarik dan memiliki nilai jual. Menurut Laxmy Saraswaty, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan keterampilan masyarakat.
Ia berharap, keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut dapat membantu keluarga penerima manfaat untuk mengembangkan usaha rumahan sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ketut Sudiatmika, menambahkan bahwa peserta diharapkan mempraktikkan kembali ilmu yang diperoleh setelah pelatihan.
Menurutnya, untuk menjadi pelaku usaha kuliner diperlukan proses dan konsistensi. Ia juga mendorong para peserta membentuk grup komunikasi melalui WhatsApp yang dikoordinasikan oleh pendamping PKH guna mempermudah komunikasi dan saling berbagi pengalaman.
“Grup ini bisa menjadi wadah komunikasi sekaligus tempat berbagi pengalaman serta saling memotivasi antar peserta,” katanya.
Narasumber pelatihan, Eka Sudarmawan, menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan usaha. Ia juga mengingatkan peserta untuk mampu menghitung biaya produksi agar usaha yang dijalankan tidak mengalami kerugian.
Salah satu peserta pelatihan, Kadek Sri Muliantari dari Denpasar Utara, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena jenis makanan yang diajarkan tergolong sederhana dan digemari masyarakat.
Ia berencana langsung mempraktikkan keterampilan tersebut di rumah, bahkan mempertimbangkan untuk menitipkan produk di warung-warung sekitar tempat tinggalnya.
Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di masyarakat.(per/ub)





