Kulkul Jadi Simbol Aksi Bersih, PKK Buleleng Ajak Warga Kelola Sampah dari Sumber

0
236
Ny. Wardhany Sutjidra mengajak masyarakat Buleleng membudayakan gerakan Kulkul PKK/Posyandu melalui gotong royong dan kebersihan lingkungan.
Ny. Wardhany Sutjidra mengajak masyarakat Buleleng membudayakan gerakan Kulkul PKK/Posyandu melalui gotong royong dan kebersihan lingkungan. Sumber foto : Humas Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Ketua Tim Pembina PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menegaskan pentingnya komitmen seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Gerakan Kulkul PKK/Posyandu sebagai bagian dari budaya gotong royong yang berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.

Hal tersebut disampaikan saat pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK/Posyandu yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, gerakan yang menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong ini dirangkaikan dengan peresmian rumah pohon dan toilet umum, serta kegiatan penanaman jagung di areal Setra Desa Adat Buleleng.

Kegiatan diawali dengan pemukulan kulkul oleh Ny. Wardhany Sutjidra sebagai tanda dimulainya aksi gotong royong. Usai pemukulan kulkul, seluruh undangan yang hadir, di antaranya Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gede Putra Aryana, Kepala Dinas Pertanian Gede Melandrat, Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna, anggota PKK, serta masyarakat dari masing-masing banjar adat, secara serentak melakukan pembersihan di kawasan Setra Desa Adat Buleleng.

Baca Juga:  TMMD ke-123 di Tabanan Resmi Dimulai, Sinergi TNI dan Pemkab Wujudkan Pembangunan Desa

Selain kegiatan bersih-bersih, masyarakat juga diajak melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan Gerakan Kulkul PKK/Posyandu ditutup dengan sosialisasi “lima bintang sampah” yang disampaikan oleh Ny. Wardhany Sutjidra.

Baca Juga:  DPRD Provinsi Bali Gelar Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT RI ke-79 dan Provinsi Bali ke-66

Dalam kapasitasnya sebagai Duta Sampah, ia menjelaskan bahwa konsep lima bintang sampah menekankan perilaku bersih dengan lima kriteria utama, yakni kebersihan, ketertiban, keamanan, keterampilan, dan kenyamanan.

Ny. Wardhany berharap Gerakan Kulkul PKK/Posyandu dapat benar-benar membudaya di tengah masyarakat Buleleng, sehingga kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Yang paling penting adalah adanya konsistensi dan komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah, termasuk pemberian reward dan punishment bagi mereka yang mampu menjalankan seluruh bagian yang menjadi kepentingan bersama dalam menjaga semesta ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat semangat gotong royong serta menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, upaya tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal.

Baca Juga:  Astra Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Inspirasi dari Desa di Lestari Summit 2025

“Apa yang kita harapkan ke depan adalah kita bisa terbebas dari bencana yang diakibatkan oleh sampah yang ada di mana-mana,” tambahnya.

Sementara itu, Gerakan Kulkul PKK/Posyandu juga dilaksanakan di lokasi lain. Sekretaris TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna, turut melaksanakan kegiatan serupa dari Balai Banjar Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, sebagai bentuk dukungan dan penguatan gerakan gotong royong di seluruh wilayah Buleleng.(adv/ub)