Wali Kota Denpasar Kukuhkan 109 Pecalang Desa Adat Sumerta 

0
233
Wali Kota Denpasar, Jaya Negara hadiri Pengukuhan dan Mejaya-Jaya Pecalang Desa Adat Sumerta Masa Ayahan 2026-2030 pada Minggu (25/1) sore.
Wali Kota Denpasar, Jaya Negara hadiri Pengukuhan dan Mejaya-Jaya Pecalang Desa Adat Sumerta Masa Ayahan 2026-2030 pada Minggu (25/1) sore. sumber foto : Humas Kota Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengukuhkan Pecalang Desa Adat Sumerta Masa Bakti 2026–2030 yang digelar di Wantilan Pura Desa dan Bale Agung Desa Adat Sumerta, Minggu (25/1) sore.

Sebagai simbol resmi pengukuhan, Wali Kota Jaya Negara didaulat memakaikan Pin Pecalang kepada Komandan Kompi (Danki) dan Wakil Danki Pecalang Desa Adat Sumerta. Pengukuhan ini menandai dimulainya masa ayahan baru Pecalang Desa Adat Sumerta untuk periode 2026–2030.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Mudra, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Jro Bendesa Desa Adat Sumerta I Made Ariawan Payuse, para perbekel se-Desa Adat Sumerta, sesepuh Pecalang, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Baca Juga:  Tuntaskan Wilayah Blankspot, Pemerintah Daerah Diminta Akomodir Kebutuhan Masyarakat

Rangkaian acara diawali dengan Upacara Mejaya-Jaya Pecalang Desa Adat Sumerta Masa Bakti 2026–2030 yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Padma Nanda Griya Agung Pasek Sumerta. Sebanyak 109 orang Pecalang resmi dikukuhkan, dengan I Nyoman Cangker terpilih sebagai Komandan Kompi Pecalang Desa Adat Sumerta.

Dalam sambutannya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh Pecalang yang dikukuhkan. Ia juga mengapresiasi eksistensi Paiketan Pecalang Desa Adat Sumerta yang selama ini berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban wilayah adat.

Baca Juga:  TP PKK Gianyar Gelar Pendidikan Karakter “Stronger As Oneâ€?

“Pecalang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai tradisi di tengah derasnya kemajuan zaman. Selain itu, Pecalang juga perlu proaktif menjalin sinergi dengan berbagai instansi berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong royong,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan Pecalang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebagai daerah tujuan pariwisata, situasi kamtibmas yang kondusif menjadi faktor penting karena berpengaruh terhadap sektor lainnya di Bali.

Baca Juga:  Penambahan Kasus Sembuh di Kota Denpasar Tembus Angka 514 Orang, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 547 Orang

Sementara itu, Jro Bendesa Desa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota Denpasar beserta jajaran, terhadap Paiketan Pecalang Desa Adat Sumerta.

Ia menambahkan, sejumlah program telah dijalankan oleh Pecalang Desa Adat Sumerta, salah satunya patroli rutin setiap Sabtu malam yang mendapat apresiasi dari jajaran Polsek Denpasar Timur. “Kehadiran langsung Bapak Wali Kota Denpasar dalam pengukuhan ini diharapkan dapat menambah semangat para Pecalang dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya,” ujarnya. (yud/ub)