spot_img
spot_img
BerandaBaliTuntaskan Wilayah Blankspot, Pemerintah Daerah Diminta Akomodir Kebutuhan Masyarakat

Tuntaskan Wilayah Blankspot, Pemerintah Daerah Diminta Akomodir Kebutuhan Masyarakat

UPDATEBALI.com, BULELENG – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia terus menggalakkan program percepatan transformasi digital nasional dengan membuka usulan data wilayah blankspot dan sinyal lemah. Program ini bertujuan untuk menuntaskan wilayah-wilayah blankspot dan konsolidasi data sebaran infrastruktur jaringan telekomunikasi di Indonesia.

Direktur Telekomunikasi Kemenkominfo, yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Muh. Ridwan Rauf, menyampaikan pentingnya program ini pada acara sosialisasi pengusulan data wilayah blankspot dan sinyal lemah secara virtual melalui aplikasi https://signal.kominfo.go.id. Acara ini dihadiri oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buleleng pada Selasa 2 April 2024.

Baca Juga:  Lestarikan Tradisi, Disbud dan Diskominfosanti Buleleng Berkolaborasi Gulirkan Aplikasi GENTA

“Program ini merupakan bagian dari amanat untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing, yang telah dimulai sejak tahun 2023. Usulan data wilayah blankspot dan sinyal lemah ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital nasional,” ujar Muh. Ridwan Rauf.

Program ini didasarkan pada usulan dari pemerintah daerah yang dianggap penting untuk mendukung pengumpulan data ekonomi dan teknis. Dukungan dari pemerintah daerah dianggap krusial dalam implementasi program ini, terutama dalam memfasilitasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi sesuai dengan amanat undang-undang cipta kerja.

Baca Juga:  Bupati Tamba Siapkan Sembilan Beasiswa Bidik Misi kepada Mahasiswa dari Keluarga Kurang Mampu

Pada tahun 2023, Kemenkominfo menerima sebanyak 1.020 usulan dari 47 kabupaten di seluruh Indonesia. Dari analisis yang dilakukan, lebih dari 400 usulan memiliki potensi untuk menjadi data dasar dalam diskusi dengan operator telekomunikasi. Sementara itu, 500 usulan lainnya masih dalam tahap pembahasan untuk program-program lain di Kemenkominfo.

Di Kabupaten Buleleng, pada tahun 2023 terdapat 15 desa yang masuk dalam program ini dengan total 38 titik blankspot atau sinyal lemah yang diusulkan untuk ditangani.

Baca Juga:  Wujudkan Kota Cerdas, Pemkab Buleleng Gelar Bimtek Tahap III

“Diharapkan dengan adanya program ini, pemerintah daerah dapat bersosialisasi lebih efektif kepada masyarakat dan memanfaatkan aplikasi Geotag dan Sigmon untuk memudahkan proses pengumpulan data,” tambah Muh. Ridwan Rauf.

Melalui langkah-langkah ini, Kementerian Kominfo berharap dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan telekomunikasi di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari transformasi digital yang sedang berlangsung. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments