UPDATEBALI.com, GIANYAR — Tranquility Bali, perusahaan pengembangan properti dan hospitality, tengah mempersiapkan peluncuran proyek terbarunya, The Sanctuary Ubud, yang dijadwalkan rilis pada awal 2026.
Proyek ini menawarkan vila premium dengan perpaduan arsitektur modern, prinsip keberlanjutan, serta filosofi hidup Bali yang menekankan keseimbangan dan kesadaran penuh.
Tranquility Bali didirikan oleh Ayu Sudana, profesional di bidang hospitality dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun. Ia membawa visi untuk menghadirkan proyek yang tidak hanya berfungsi sebagai properti hunian, namun juga memiliki nilai emosional, sosial, dan spiritual bagi pemilik maupun komunitas sekitar.
The Sanctuary Ubud dibangun dengan landasan filosofi Tri Hita Karana yang mengutamakan harmoni antara manusia, alam, dan aspek spiritual. Pendekatan tersebut diterapkan dalam desain arsitektur, penataan lanskap, hingga proses konstruksi yang menghormati adat dan lingkungan lokal.
Ayu Sudana menyebut sejumlah alasan yang menjadikan proyek ini menarik bagi investor, antara lain lokasi strategis di kawasan Ubud yang dikenal sebagai pusat wellness dunia, potensi tingkat pengembalian investasi yang kuat, komitmen pada prinsip etika serta keberlanjutan, serta tersedianya layanan manajemen operasional dan strategi penyewaan secara terintegrasi.

Selain The Sanctuary Ubud sebagai proyek unggulan, Tranquility Bali juga mengembangkan beberapa portofolio lain. Di Uluwatu, perusahaan ini menghadirkan Sanaya Residence, hunian bergaya kontemporer yang menyasar segmen pencinta lifestyle pesisir dan komunitas surfing internasional. Sementara itu, proyek Oxygen Ubud dirancang sebagai hunian compact dengan konsep mewah yang ditujukan bagi investor yang mencari pengembalian investasi tinggi dengan jejak pembangunan yang minimal.
Tranquility Bali menarik perhatian pasar karena konsisten merancang properti sesuai karakter setiap lokasi. Ubud dikembangkan sebagai ruang yang menonjolkan spiritualitas dan penyembuhan, sementara Uluwatu menawarkan nuansa modern dan ekspresif. Setiap proyek mengedepankan desain yang tetap menjaga identitas Bali, mulai dari orientasi bangunan, tata cahaya, hingga ruang terbuka yang mengikuti kearifan lokal.
Melalui model kepemilikan holistik, Tranquility Bali memberikan layanan penuh kepada pemilik, termasuk dukungan operasional, manajemen penyewaan, pemasaran digital, hingga pelatihan tenaga kerja lokal. Perusahaan menegaskan bahwa pengalaman investasi tidak berhenti pada penyerahan unit, melainkan berlanjut melalui pengelolaan profesional yang berkelanjutan.
Ayu Sudana menyampaikan bahwa setiap proyek yang dihadirkan membawa satu pesan utama: rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan ruang yang memulihkan dan menghidupkan kembali manusia.
“Dengan pendekatan tersebut, perusahaan ini berupaya menghadirkan hunian yang tetap berakar pada nilai-nilai Bali, sembari menjawab kebutuhan gaya hidup global,” ungkapnya pada Kamis, 4 Desember 2025.(yud/ub)





