UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti aksi penanaman 3.000 pohon mangrove di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Rabu, 10 Juni 2026 pagi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI Moh. Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali I Wayan Koster.
Aksi penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup ke Bali. Kegiatan diawali dengan apel dan diikuti berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, perangkat daerah Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, pelajar SMP dan SMK, hingga komunitas peduli lingkungan.
Wali Kota Jaya Negara mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta upaya bersama memuliakan bumi dan alam.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ujar Jaya Negara.
Menteri Lingkungan Hidup RI Moh. Jumhur Hidayat memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Bali yang secara berkelanjutan melakukan upaya penanaman mangrove. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.
Ia juga menilai bahwa pelestarian lingkungan dapat berdampak positif terhadap sektor pariwisata di Bali, karena wisatawan semakin menghargai daerah yang mampu menjaga ekosistemnya dengan baik.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan bahwa kawasan Mangrove Arboretum Park memiliki luas sekitar 18 hektar yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat polusi. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap melalui penanaman mangrove.
“Sejak tahun 2020 secara bertahap telah dilakukan penanaman pohon di kawasan ini seluas 16 hektar. Sisa 2 hektar akan dilakukan penanaman secara bertahap,” kata Koster.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga Bali tetap menjadi kawasan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Ini adalah aksi nyata untuk menjadikan ekosistem Bali yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Aksi penanaman 3.000 mangrove tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di wilayah Bali.(per/ub)





