Gubernur Koster Tunjuk Wesnawa Punia Nahkodai Disdikpora, Tegaskan Akselerasi SDM Bali Unggul

0
324
Gubernur Bali Wayan Koster melantik Ida Bagus Wesnawa Punia sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga untuk mengembangkan SDM Bali Unggul dan memperkuat mutu pendidikan.
Gubernur Bali Wayan Koster melantik Ida Bagus Wesnawa Punia sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga untuk mengembangkan SDM Bali Unggul dan memperkuat mutu pendidikan. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASARGubernur Bali Wayan Koster resmi melantik Ida Bagus Wesnawa Punia, ST, M.Si sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali.

Pelantikan berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Kerthasabha, Senin, 1 Desember 2025.

Wesnawa Punia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia di Bappeda Provinsi Bali. Ia kini menggantikan KN. Boy Jayawibawa yang memasuki masa purna tugas.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan pilar utama pembangunan kualitas sumber daya manusia Bali. Karena itu, Wesnawa Punia diminta segera menyelesaikan rancangan konsep SDM Bali Unggul agar dapat diterapkan mulai tahun 2026.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Mantapkan Wakil Bali Menuju FeVoSH 2025 Tingkat Nasional

“Segera tuntaskan rancangan konsep SDM Bali Unggul, sehingga bisa dijalankan mulai tahun 2026,” tegas Koster.

Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan akses, mutu, dan daya saing pendidikan melalui penyediaan sarana yang memadai, seperti laboratorium, perpustakaan, serta ruang kelas baru.

Ia meminta agar persoalan kesulitan lulusan SMP masuk SMA/SMK tidak lagi terjadi.

“Tak boleh lagi ada cerita, anak lulus SMP susah masuk ke SMA/SMK. Idealnya semua lulusan SMP bisa tertampung,” ujarnya.

Gubernur Bali dua periode ini kembali menekankan pentingnya Program 1 Keluarga 1 Sarjana yang mulai berjalan pada 2025. Ia meminta Disdikpora memastikan seluruh kewajiban, termasuk pembayaran biaya kos peserta, segera diselesaikan.

Baca Juga:  Gubernur Bali Wayan Koster Minta Baleg DPR RI Perhatikan Potensi Lokal Daerah Dalam Menyusun RUU Larangan Minuman Beralkohol

“Karena ini menjelang akhir tahun, segera tuntaskan kewajibannya seperti pembayaran uang kost,” katanya.

Untuk memperluas manfaat program, Disdikpora diminta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat desa dan menyiapkan panduan sederhana agar keluarga yang membutuhkan memahami cara mendaftar.

“Buatkan panduan yang simpel agar masyarakat paham bagaimana cara mengikuti program ini,” kata Koster.

Gubernur Koster juga menyoroti program insentif Nyoman dan Ketut yang melibatkan tiga OPD: Disdikpora, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial P3A.

“Dinas kesehatan bertugas memberi layanan pada ibu hamil hingga bayinya lahir, kemudian sekolahnya diurus dinas pendidikan, yang tidak mampu dibantu dinsos. Ini program terintegrasi dan harus berjalan baik mulai 2026,” jelasnya.

Baca Juga:  Saksikan Langsung Penampilan Seniman Daerah, Gubernur Bali Tunjukkan Kepedulian Budaya

Ia menyebut program ini mendapat respons positif, bahkan menginspirasi Kabupaten Badung untuk membuat program serupa.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Koster meminta Kadisdikpora baru menjaga konsolidasi dan koordinasi dengan Kepala SMA/SMK, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Fokus kerja membangun pendidikan di Bali. Bangun koordinasi yang baik dengan kabupaten/kota,” pungkasnya.

Pelantikan dihadiri Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Bali.(yud/ub)