Konservasi Owa Jawa Diperkuat, Yayasan AHM Hadirkan Program Titian Lestari untuk Masa Depan Alam

0
297
Yayasan AHM meluncurkan Program Konservasi Owa Jawa di Pekalongan untuk melestarikan habitat primata endemik, melibatkan masyarakat lokal, menanam 8.000 pohon, dan mendorong keberlanjutan lingkungan serta ekonomi komunitas.
Yayasan AHM meluncurkan Program Konservasi Owa Jawa di Pekalongan untuk melestarikan habitat primata endemik, melibatkan masyarakat lokal, menanam 8.000 pohon, dan mendorong keberlanjutan lingkungan serta ekonomi komunitas. Sumber foto : Astra Motor Bali

UPDATEBALI.com, PEKALONGAN – Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) memperkuat komitmennya dalam pelestarian satwa endemik Indonesia melalui peluncuran Program Konservasi Owa Jawa di kawasan Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Program bertema “Titian Lestari: Koridor Kehidupan untuk Owa Jawa” ini menjadi langkah strategis Yayasan AHM dalam menjaga keberlanjutan flora dan fauna asli Indonesia sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Peluncuran program berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, dihadiri Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Jawa Tengah, serta para pemangku kepentingan daerah.

Baca Juga:  Veda tak Terbendung di ATC Mandalika, Arbi Menjanjikan di Moto3 World Championship

Melalui sinergi pentahelix, program ini mengajak masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk terlibat aktif dalam menjaga keberlangsungan satwa langka.

Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang merupakan habitat lima jenis primata, termasuk Owa Jawa (Hylobates moloch), satwa endemik Pulau Jawa yang kini berstatus Terancam Punah (Endangered) menurut daftar merah IUCN.

Meski berada di luar kawasan konservasi resmi, wilayah ini merupakan bentang alam penting bagi Owa Jawa yang menghadapi ancaman fragmentasi habitat, perambahan hutan, hingga perburuan.

Program “Titian Lestari” dirancang dengan pendekatan ekologi dan sosial. Kegiatan yang dilakukan mencakup:

  • Produksi dan penanaman bibit pohon lokal

  • Perawatan kawasan tanam

  • Edukasi konservasi bagi generasi muda

  • Pemasangan media informasi lingkungan

  • Pengembangan ekonomi masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu

Baca Juga:  Wali Kota Denpasar Resmi Lantik Paskibraka 2025, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI

Untuk pemberdayaan ekonomi, Yayasan AHM bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengembangan produk berbasis potensi alam secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Penanaman Pohon Indonesia pada 28 November, Yayasan AHM melakukan penanaman 8.000 pohon berjenis Kayu Sapi, Kayu Babi, Kepayang, dan Aren.

Penanaman ini ditujukan untuk memperkuat sumber pakan dan menjaga konektivitas tajuk hutan yang sangat penting bagi satwa arboreal seperti Owa Jawa.

Baca Juga:  Warna Baru Honda CT125 Resmi Hadir, Tampil Lebih Eksklusif dengan Karakter Trekking yang Kuat

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menyampaikan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata dalam memulihkan habitat, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam.

“Konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang menguatkan peran masyarakat agar dapat tumbuh dan sejahtera bersama lingkungannya,” ujarnya.

Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati.(den/ub)