Perempuan Pesisir Bangkit Pasca Banjir, Bersama Pertamina Kembangkan Jamu Tradisional

0
299
Pertamina Patra Niaga IT Manggis bersama Rumah BUMN Klungkung mengadakan pelatihan jamu herbal untuk memberdayakan perempuan pesisir pasca bencana melalui Program Kencana Manggis.
Pertamina Patra Niaga IT Manggis bersama Rumah BUMN Klungkung mengadakan pelatihan jamu herbal untuk memberdayakan perempuan pesisir pasca bencana melalui Program Kencana Manggis. Sumber foto : Pertamina

UPDATEBALI.comKARANGASEMPertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Manggis menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian perempuan pesisir melalui Program Kencana Manggis (Kecamatan Tanggap Bencana Manggis).

Bekerja sama dengan Rumah BUMN Klungkung, Pertamina menyelenggarakan Pelatihan Jamu Herbal Warisan Sehat Nusantara pada Jumat, 31 Oktober 2025 di Kantor Kecamatan Manggis, Karangasem.

Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kelompok perempuan dari wilayah pesisir Manggis, di antaranya Kelompok Wanita Nelayan Eka Bahari Putri, Sekar Segara Ayu, Bunda Segara Madu, Tirta Harum Sari, Adiwinangun, serta Kelompok Wanita Tani Nampo Sari dan Satya Luih Lestari, hingga ibu-ibu PKK Kecamatan Manggis yang tergabung dalam Sekolah Lapang Perempuan Pesisir.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana banjir di wilayah Manggis.

Baca Juga:  Bangkit Bersama, Pertamina Perkuat Profesionalisme Difapreneur dan Skizopreneur

Dengan mengangkat potensi lokal berupa rempah dan tanaman herbal, pelatihan ini mendorong perempuan pesisir untuk mengembangkan usaha jamu tradisional yang mudah dijalankan, berisiko rendah, dan berkelanjutan.

Para peserta mendapatkan pembekalan lengkap mulai dari pengenalan jenis rempah herbal lokal, manfaat kesehatan jamu, teknik peracikan higienis, hingga strategi kemasan dan pemasaran. Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga standar produksi agar produk dapat bersaing di pasar.

Senior Supervisor HSSE Pertamina IT Manggis, Budi Yulianto, menyampaikan bahwa Program Kencana Manggis merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat.

“Pemulihan pasca bencana tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong perempuan pesisir agar lebih percaya diri, mandiri, dan mampu beradaptasi di berbagai situasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Banjar Buleleng

Sementara itu, perwakilan Rumah BUMN Klungkung, Sri Widianti, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pemulihan ekonomi keluarga.

“Pelatihan jamu herbal ini membuka peluang usaha baru dengan memanfaatkan potensi lokal. Rumah BUMN Klungkung siap mendampingi dalam proses pengembangan, produksi, dan pemasaran digital agar produk mereka bisa bersaing,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi praktik meracik jamu berlangsung. Salah satu peserta, Ketua Kelompok Wanita Tani Satya Luih Lestari, Ni Made Suma Mergantini, mengaku pelatihan ini membangkitkan semangat baru untuk berusaha.

“Kami jadi tahu bahan herbal di sekitar bisa diolah menjadi produk kesehatan yang bernilai jual. Ke depan kami ingin memproduksi bersama dan menjadikannya usaha keluarga,” katanya.

Baca Juga:  KPK RI dan Pemkab Badung Bersinergi untuk Meningkatkan Integritas Pemerintahan

Secara terpisah, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjelaskan bahwa program pemberdayaan perempuan ini selaras dengan komitmen Pertamina terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dan tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

“Pemberdayaan perempuan pesisir ini adalah langkah nyata membangun ketahanan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana, sekaligus menjaga warisan budaya bangsa melalui jamu tradisional,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pertamina IT Manggis dan Rumah BUMN Klungkung berkomitmen terus mendukung pemulihan ekonomi lokal, memperkuat kemandirian perempuan pesisir, serta melestarikan kearifan lokal pengobatan tradisional sebagai Warisan Sehat Nusantara.(yud/ub)