spot_img
spot_img
BerandaNasionalUji Lemigas Pastikan Pertalite Aman, Pertamina Janji Perkuat Pengawasan BBM Nasional

Uji Lemigas Pastikan Pertalite Aman, Pertamina Janji Perkuat Pengawasan BBM Nasional

UPDATEBALI.com, SURABAYA – Pertamina Patra Niaga menegaskan keseriusannya menindaklanjuti isu terkait dugaan kontaminasi bahan bakar jenis Pertalite di Jawa Timur.

Bertempat di SPBU 51.601.65 Jemursari, Surabaya, Jumat, 31 Oktober 2025, Pertamina bersama Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Ditjen Migas Kementerian ESDM, akademisi, serta aparat kepolisian menggelar konferensi pers untuk memberikan klarifikasi dan hasil uji laboratorium terbaru.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan apresiasi atas perhatian publik terhadap isu ini dan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperbaiki pelayanan energi nasional.

“Kami memberikan atensi serius agar tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat. Pertamina akan terus berbenah dan memperkuat layanan agar menjadi rumah energi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Partisipasi Komunitas Masyarakat Diharapkan Meningkat dalam Lovina Festival 2023

Mars Ega mengungkapkan, Pertamina Patra Niaga telah membuka posko pengaduan di sejumlah SPBU dan melakukan pengecekan di hampir 300 SPBU di Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa setiap proses penyaluran BBM dilakukan sesuai SOP mutu produk guna memastikan bahan bakar yang diterima masyarakat aman dan tidak tercampur air.

“Kami akan bersikap tegas terhadap pihak internal maupun eksternal yang melanggar standar mutu produk. Komitmen kami adalah memberikan solusi kepada masyarakat terdampak dan menjaga citra Pertamina,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa hasil pengujian laboratorium terhadap sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Jawa Timur menunjukkan hasil on specification atau sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Hadapi Lonjakan Mobilitas, Pertamina Percepat Satgas Nataru untuk Jaga Kelancaran Pasokan BBM dan LPG

“Uji ini mengacu pada SK Dirjen Migas Nomor 486 Tahun 2017. Hasilnya menunjukkan bahwa produk Pertalite yang diuji memenuhi seluruh kriteria spesifikasi bahan bakar,” jelasnya.

Dari sisi akademisi, Ahli Teknik Kimia ITS, Prof. Renanto, menambahkan bahwa secara teori, air tidak dapat larut dalam jumlah besar di bahan bakar hidrokarbon, sehingga kecil kemungkinan gangguan mesin sepenuhnya disebabkan oleh bahan bakar.

“Pertalite yang memenuhi standar seharusnya bebas dari air. Namun, penting juga memastikan jenis BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan,” paparnya.

Pandangan serupa disampaikan Juanda, perwakilan mekanik bengkel di Surabaya, yang menilai gangguan mesin lebih sering disebabkan faktor teknis kendaraan.

“Berdasarkan pemeriksaan kami, sebagian besar kasus disebabkan oleh busi atau sensor injeksi. Setelah diganti, kendaraan kembali normal. Jadi jangan langsung menyimpulkan dari BBM,” katanya.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat, Dari Dapur Umum hingga Pembersihan Fasilitas Umum

Dari sisi keamanan dan ketertiban, Kepala Unit Intelkam Polres Surabaya, Iptu Taufik, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan keterbukaan Pertamina bersama lembaga terkait dalam memberikan klarifikasi.

“Sinergi antara pemerintah, lembaga, dan Pertamina ini penting agar informasi tersampaikan secara jernih kepada masyarakat dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga menutup konferensi dengan menegaskan kembali visinya sebagai “Rumah Energi” bagi masyarakat Indonesia, di mana SPBU tidak hanya menjadi tempat pengisian bahan bakar, tetapi juga menghadirkan layanan lengkap seperti musala, minimarket, kafe, fasilitas tambal angin, air, serta toilet yang bersih dan nyaman.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments