Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali Sinergi Tangani Isu Lingkungan dan Kemacetan Pulau Dewata

0
208
Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali Sinergi Tangani Isu Lingkungan dan Kemacetan Pulau Dewata
Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali Sinergi Tangani Isu Lingkungan dan Kemacetan Pulau Dewata. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Upaya menjaga keseimbangan lingkungan Bali kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kegiatan Green Infrastructure Initiative Waste Clean Up di kawasan Mangrove Batu Lumbang, Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tiga isu besar yang tengah dihadapi Pulau Dewata: sampah, kemacetan, dan tata ruang.

Gubernur Koster menegaskan, persoalan sampah di Bali bukan sekadar soal kebersihan, melainkan sudah menjadi tantangan ekologis.

“Selama ini penanganan sampah masih bersifat konvensional — dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang. Akibatnya, muncul tumpukan besar seperti di TPA Suwung,” ungkapnya pada Senin, 13 Oktober 2025.

Baca Juga:  Gubernur Koster Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Seniman Bali di PKB XLVII Tahun 2025

Ia menjelaskan, Pemprov Bali kini fokus menjalankan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), mulai dari rumah tangga hingga desa adat. Sementara di kawasan perkotaan dan wilayah wisata, pendekatannya diarahkan pada pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Pemprov telah menyiapkan lahan dan kelengkapan administrasi yang diminta, termasuk area minimal lima hektare serta regulasi pendukungnya,” jelas Koster.

Menko AHY yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Bali. Ia menilai, keberadaan Bali yang menjadi ikon pariwisata dunia membawa tanggung jawab besar dalam menjaga alamnya tetap lestari.

Baca Juga:  Gubernur Koster Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD Bali, Fokus Anggaran untuk Kepentingan Publik

“Beberapa waktu lalu, Pak Gubernur datang ke kantor saya dan menyampaikan tiga isu besar: tata ruang, kemacetan, dan sampah. Semuanya saling berkaitan dan perlu ditangani secara komprehensif,” ujar AHY.

Menurutnya, pembangunan di Bali harus berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ia menekankan pentingnya tata ruang yang disiplin dan berkeadilan agar bencana ekologis tidak berulang.

“Bali adalah etalase Indonesia di mata dunia. Kita tidak boleh membiarkan eksploitasi yang justru merusak keindahan dan harmoni yang menjadi jati diri Pulau Dewata,” tegasnya.

AHY juga menambahkan bahwa pemerintah pusat akan memastikan sinergi lintas kementerian berjalan optimal untuk mengurai masalah kemacetan dan tata ruang. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha, untuk bergerak bersama menciptakan solusi yang permanen dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Setelah sukses Hadirkan Kegiatan Otomotif di Jembrana, Bupati Tamba Terima IMI Achievement 2022

“Penanganan sampah harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Begitu juga dengan tata ruang — harus dijaga, tidak hanya di atas kertas,” tegas AHY.

Gubernur Koster menutup dengan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan Bali yang hijau, tertata, dan berdaya saing.

“Kami harap perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat terus berlanjut, karena persoalan ini menyangkut masa depan Bali dan generasi mendatang,” katanya.(yud/ub)