Desa BISA Ekspor Diluncurkan, Wagub Giri Prasta Tegaskan Desa Harus Jadi Motor Ekonomi Global

0
113
Desa BISA Ekspor Diluncurkan, Wagub Giri Prasta Tegaskan Desa Harus Jadi Motor Ekonomi Global
Desa BISA Ekspor Diluncurkan, Wagub Giri Prasta Tegaskan Desa Harus Jadi Motor Ekonomi Global. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri peluncuran program Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa 9 September 2025.

Program ini menandai langkah strategis pemerintah bersama swasta dalam mendorong produk desa menembus pasar dunia.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menekankan bahwa Desa BISA Ekspor bukan sekadar seremoni, melainkan lahir sebagai energi baru untuk pembangunan ekonomi desa.

“Potensi desa tidak boleh berhenti di tingkat lokal. Melalui Desa BISA Ekspor, hasil pertanian, perikanan, kerajinan, hingga produk kreatif bisa bertransformasi menjadi komoditas berdaya saing global. Desa harus jadi motor penggerak ekspor sekaligus penopang devisa negara,” ujarnya.

Baca Juga:  Pj Ketua Dekranasda Bali Beri Dukungan kepada Ketut Permata J. Sari dalam Pemilihan Putri Indonesia 2024

Ia menambahkan, pelepasan ekspor kali ini membuktikan bahwa desa-desa Bali memiliki kualitas produk yang diakui dunia. Kakao fermentasi, produk perikanan, hingga hortikultura kini resmi dikirim ke pasar Prancis, Filipina, dan Singapura.

“Bali bukan hanya indah dari segi alam dan budaya, tetapi juga menyimpan kekuatan ekonomi berbasis pertanian dan kearifan lokal. Inilah yang harus terus kita kembangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya inovasi, standar mutu, serta pemasaran digital agar generasi muda desa terlibat aktif dalam rantai ekspor. Ia menegaskan, setiap produk Bali harus lahir dari filosofi Tri Hita Karana dan Sad Kerthi, menjaga keseimbangan alam, budaya, dan masyarakat.

Baca Juga:  Wagub Bali Tegaskan Komitmen Transparansi Lewat Raperda RPJMD 2025–2029 dan APBD 2024

Senada dengan itu, Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menyebut Desa BISA Ekspor adalah strategi memperkuat kemandirian desa sekaligus menjawab tantangan perdagangan global.

“Desa kini tidak hanya jadi pusat produksi, tapi juga aktor utama perdagangan internasional. Masa depan bangsa ditentukan dari bagaimana desa dikelola,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan pentingnya prinsip 3T (Terbaik, Terbanyak, Tercepat) yang selalu ditekankan Presiden RI.

Baca Juga:  Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Jalan Dencarik-Munduk Buleleng Dipastikan Rampung Akhir Tahun

“Produk unggulan desa harus berkualitas tinggi, diproduksi dalam jumlah besar, dan cepat dipasarkan. Kita tidak bisa berlama-lama jika ingin rakyat sejahtera,” kata Mendag.

Acara peluncuran juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, PDT, dan LPEI terkait pemberdayaan desa berorientasi ekspor. Pelepasan ekspor kakao, perikanan, dan hortikultura menandai dimulainya babak baru desa-desa Indonesia menuju kemandirian ekonomi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wabup IGN Patriana Krisna, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, serta Kadis Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata.(yud/ub)