UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP se-Kota Denpasar di SMP Negeri 14 Denpasar, Senin 21 Juli 2025.
Acara pembukaan ditandai dengan pengalungan tanda peserta dan pelepasan burung sebagai simbol awal yang damai dan penuh harapan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Anak Agung Gede Wiratama, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, serta kepala sekolah dari seluruh SMP di Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Arya Wibawa menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan merupakan momen awal yang sangat penting bagi siswa untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan belajar baru. Ia mengajak seluruh elemen pendidikan agar menjadikan MPLS sebagai wadah membangun karakter dan semangat inklusivitas.
“Tahun ini kita mengusung komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman. Stop bullying, hentikan kekerasan seksual, dan tangkal kenakalan remaja. Sekolah harus jadi ruang tumbuh yang positif bagi semua,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan pelaksanaan MPLS dengan visi Kota Denpasar, yaitu “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya menuju Denpasar Maju”, serta filosofi pelayanan Sewaka Dharma dan Vasudhaiva Kutumbakam yang menekankan nilai melayani dengan tulus karena kita semua bersaudara.
“Kami ingin seluruh insan pendidikan di Kota Denpasar dapat bersinergi membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga memiliki nilai religius, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian,” jelas Arya Wibawa.
Sementara itu, Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menambahkan bahwa tema MPLS tahun pelajaran 2025/2026 adalah MPLS Ramah. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk suasana belajar yang inklusif, aman, dan menyenangkan bagi siswa baru.
“MPLS ini tidak hanya sebagai pengenalan fisik terhadap sekolah, tetapi juga sebagai proses adaptasi psikologis. Kita ingin siswa merasa nyaman dan siap memulai jenjang pendidikan barunya dengan semangat,” ujar Wiratama.
Ia menyebutkan bahwa MPLS akan berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Juli 2025, dan melibatkan OSIS, guru, serta instansi terkait. Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan aksi bakti sosial di masing-masing sekolah sebagai bentuk kepedulian dan pendidikan karakter sejak dini.(per/ub)





