Metatah Massal Desa Dauh Puri Kauh, Wali Kota Jaya Negara Tunjukkan Kepedulian Adat

0
257
Metatah Massal Desa Dauh Puri Kauh, Wali Kota Jaya Negara Tunjukkan Kepedulian Adat
Metatah Massal Desa Dauh Puri Kauh, Wali Kota Jaya Negara Tunjukkan Kepedulian Adat. Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian tradisi dan dharma agama dengan turut menjadi sangging (Nyangging) dalam pelaksanaan Upacara Metatah Massal di Desa Dauh Puri Kauh, Jumat pagi 4 Juli 2025.

Kegiatan ini berlangsung di area suci Pura Dalem Tegeh Gumi, Jalan Pulau Batanta, Denpasar Barat.

Sejak pagi hari, puluhan peserta dari berbagai banjar di Desa Dauh Puri Kauh tampak antusias mengikuti tahapan prosesi Metatah, salah satu upacara Manusa Yadnya yang sakral dalam ajaran agama Hindu.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Dukung Pelestarian Tradisi Melalui Karya Agung di Padangsambian

Dalam keterangannya di sela prosesi, Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa Metatah atau Mepandes merupakan ritual penting dalam kehidupan umat Hindu, khususnya ketika seseorang memasuki usia remaja atau menjelang dewasa.

“Metatah bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk spiritual untuk mengendalikan enam musuh dalam diri manusia yang dikenal sebagai Sad Ripu,” jelasnya.

Enam musuh tersebut meliputi Kama (nafsu), Lobha (keserakahan), Krodha (amarah), Mada (kemabukan), Matsarya (iri hati), dan Moha (kebingungan).

Menurutnya, pelaksanaan Metatah Massal seperti ini merupakan contoh baik dari semangat gotong royong dan swadaya masyarakat adat dalam mendukung umat menjalankan kewajiban agama.

Baca Juga:  Awal 2026, Pemkot Denpasar Perkuat Pengolahan Sampah dengan Mesin Baru Berkapasitas 200 Ton

“Kami sangat mengapresiasi upaya desa adat dan seluruh masyarakat Desa Dauh Puri Kauh yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kegiatan seperti ini harus terus didorong agar umat dapat melaksanakan yadnya secara ringan namun tetap bermakna,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Manggala Karya, Wayan Cika menyampaikan bahwa sebelum upacara metatah, telah dilaksanakan rangkaian Bebayuhan Sapuh Leger pada 18 Januari 2025. Upacara metatah kali ini diikuti oleh 44 peserta dari seluruh wilayah Desa Dauh Puri Kauh, dengan melibatkan 36 orang sangging dari PHDI Kota Denpasar dan PHDI Desa setempat.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Denpasar Targetkan WTP Berkualitas

“Partisipasi langsung Bapak Wali Kota sebagai sangging tentu menjadi kehormatan bagi kami dan menambah semangat masyarakat dalam menjalankan yadnya ini,” ungkap Wayan Cika.

Salah satu peserta, Komang, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya Metatah Massal ini.

“Kami sangat terbantu, apalagi biaya ditanggung secara kolektif. Terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan seluruh pihak yang sudah membantu,” katanya.(per/ub)