UPDATEBALI.com, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri acara Bongkasa Pertiwi Village, Post Tour Exhibition Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) Cultural Dinner dalam rangkaian kegiatan Pemasaran Pariwisata Dalam dan Luar Negeri untuk promosi daya tarik wisata, destinasi, dan kawasan strategis tahun anggaran 2025.
Acara ini berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025 di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Badung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Badung Putu Dendy Astra Wijaya, Ketua ASITA Bali I Putu Winastra, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik AA Ngr Raka Sukadana, Kadis Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa Pertiwi I Nyoman Buda, serta para tokoh dan pelaku pemasaran pariwisata dari dalam dan luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya dapat bertemu langsung dengan masyarakat serta pelaku pariwisata yang menjadi ujung tombak promosi destinasi di Badung.
“Saya berkomitmen membangun Badung ke depan dengan visi mewujudkan pariwisata yang berkualitas, berlandaskan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kita sadar, Bali sudah diakui sebagai destinasi dunia, tetapi tantangan ke depan seperti kemacetan, sampah, dan air bersih, menjadi isu strategis yang harus kita tangani bersama,” tegasnya.
Bupati Adi Arnawa juga mengungkapkan rencana pembangunan infrastruktur secara masif di wilayah Badung Selatan sebagai solusi atas kemacetan pariwisata, terutama di jalur menuju Uluwatu, Berawa, dan Canggu. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,8 triliun pada tahun 2026.
“Target kami, akhir 2026, tiga ruas jalan tersebut tuntas dikerjakan. Setelah itu, pembangunan akan kami lanjutkan ke wilayah Badung Utara. Di sana, kami tetap akan mengembangkan sektor pariwisata dengan pendekatan berbasis ecotourism,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Bupati berharap promosi pariwisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat peran masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan di tengah perkembangan industri pariwisata.(den/ub)





