RSUD Bali Mandara Hadirkan Layanan Proctorship Jantung Nonbedah, Percepat Penanganan Pasien

0
214
RSUD Bali Mandara resmi membuka layanan jantung intervensi nonbedah untuk mempercepat penanganan pasien dengan gangguan jantung, didukung alat medis canggih dari Kementerian Kesehatan dan kerja sama berbagai pihak.
RSUD Bali Mandara resmi membuka layanan jantung intervensi nonbedah untuk mempercepat penanganan pasien dengan gangguan jantung, didukung alat medis canggih dari Kementerian Kesehatan dan kerja sama berbagai pihak. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – RSUD Bali Mandara Provinsi Bali resmi membuka layanan proctorship atau layanan jantung intervensi nonbedah, sebagai upaya memudahkan akses layanan kesehatan bagi pasien dengan gangguan jantung sekaligus mempercepat penanganan medis yang tepat waktu.

Acara pembukaan layanan ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, pada tanggal 29–30 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kesehatan, RS Jantung Harapan Kita, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya layanan ini.

Baca Juga:  Bupati Badung Hadiri HUT ST Wira Karya Banjar Kedampal Abiansemal Dauh Yeh Cani

“Layanan proctorship ini sangat penting karena penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian yang kerap terlambat ditangani,” ujar Dewa Indra.

Ia menambahkan bahwa melalui layanan ini, pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat dalam golden time 30 menit, sehingga peluang penyelamatan jiwa meningkat signifikan berkat tim medis yang terlatih serta jarak yang lebih dekat.

Baca Juga:  JKN Masih Bermasalah, Sekda Bali Dorong Perluasan Kepesertaan dan Penertiban Data

Salah satu perangkat medis yang digunakan dalam layanan ini adalah Amplatzer Septal Occluder (ASO), alat canggih yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari program prioritas nasional dalam pengembangan layanan jantung.

Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, menjelaskan bahwa selama dua hari pelaksanaan proctorship, enam pasien dijadwalkan mengikuti prosedur intervensi nonbedah tersebut.

Baca Juga:  Sekda Dewa Indra Dorong Optimalisasi Penyaluran Kredit bagi Sektor Pertanian

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menaruh harapan besar agar RSUD Bali Mandara dapat menjadi percontohan nasional dalam pengembangan layanan jantung nonbedah.

Dengan layanan baru ini, RSUD Bali Mandara semakin memperkuat komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan jantung yang cepat, aman, dan merata bagi seluruh masyarakat Bali.(yud/ub)