Kesejahteraan Petani Naik, Diperpa Badung Rilis Hasil Survei NTP dan NTUP 2024

0
152
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan resmi meluncurkan hasil survei NTP dan NTUP tahun 2024 yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan resmi meluncurkan hasil survei NTP dan NTUP tahun 2024 yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani. Sumber foto : Kominfo Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) resmi meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Kabupaten Badung Tahun 2024.

Kegiatan ini dilangsungkan pada Kamis, 8 Mei 2025 di Ruang Rapat Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesejahteraan petani.

“NTP Kabupaten Badung pada tahun 2023 tercatat sebesar 112 dan mengalami kenaikan menjadi 117 pada tahun 2024,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Hadiri Sosialisasi Alternatif Pendanaan UKM 'Securities Crowdfunding'

Wijana menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan bukti keberhasilan berbagai program kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya arahan dari Bupati Badung, dalam menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.

Lebih lanjut dijelaskan, NTP merupakan indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani, dan juga menjadi salah satu target kinerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Badung 2001–2026.

“NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dari hasil produksi pertanian dengan indeks harga yang dibayarkan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi. Jika NTP berada di atas angka 100, maka itu menunjukkan petani mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Baca Juga:  FT Unud Melepas Sebanyak 217 Orang Lulusan pada Yudisium Periode Wisuda Ke-146

Survei NTP dan NTUP dilaksanakan secara rutin setiap bulan selama satu tahun penuh dan mencakup berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, peternakan, hingga perikanan. Data yang dikumpulkan digunakan untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi usaha dan kesejahteraan petani di wilayah Badung.

Selain NTP, hasil survei juga mencakup nilai NTUP yang menggambarkan kelayakan usaha pertanian secara umum.

Baca Juga:  Gede Arya Sugiartha Sebut Kebudayaan Bali Tidak dalam Kondisi Baik-Baik Saja

“Kami akan terus merancang program yang mampu meringankan beban petani serta mendorong peningkatan nilai NTP dan NTUP ke depannya,” tambah Wijana.

Ia berharap, meningkatnya NTP dan NTUP dapat menjadi penopang pelestarian budaya agraris yang menjadi identitas masyarakat Badung.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten Badung Komang Bagus Pawastra, perwakilan BPS Provinsi Bali, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Ketua Majelis Alit Subak se-Kabupaten Badung, serta para undangan lainnya.(adv/ub)