UPDATEBALI.com, BADUNG — Permasalahan sampah yang menumpuk di Pantai Kuta, Badung, Bali, menarik perhatian pemerintah pusat.
Dalam kegiatan aksi bersih-bersih sampah laut pada Sabtu 4 Januari 2025, lima menteri turun langsung ke lokasi, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan.
Hadir dalam aksi tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurahman, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Mereka bergabung dengan ratusan relawan, pemerintah daerah, dan aparat TNI/Polri untuk membersihkan pantai yang menjadi ikon wisata dunia ini.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti bahwa sampah laut di Bali, khususnya di Pantai Kuta, merupakan masalah nasional bahkan global. Selama musim angin barat (Oktober–Maret), pantai-pantai di Bali menerima kiriman sampah dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, hingga dari negara lain.
“Pada 2023, sampah yang terdampar di Pantai Kuta mencapai 2.900 ton. Sampah ini bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga mengikuti arus hingga ke Afrika dan Madagaskar,” ungkap Hanif.

Ia menambahkan bahwa solusi tidak hanya terletak pada aksi bersih-bersih, tetapi juga membangun budaya menjaga lingkungan.
“Kesadaran harus dimulai sejak dini melalui pendidikan. Anak-anak harus diajarkan untuk hidup bersih, sehat, dan mengurangi sampah,” tegasnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya kerja sama untuk menjaga lingkungan.
“Kita ini negara kepulauan dengan pantai yang sangat luas. Kata kuncinya adalah kolaborasi. Kalau sampah laut tidak kita atasi, akan mengganggu kesehatan masyarakat, pariwisata, dan bahkan swasembada pangan. Kita bisa melihat ikan kalah jumlah dengan sampah jika ini terus berlanjut,” katanya.
Zulkifli juga mengapresiasi peran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adat Bali yang aktif dalam menangani sampah.
Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan terus menguatkan upaya penanganan sampah melalui berbagai inovasi.
“Kami mendorong desa adat untuk mengelola sampah secara mandiri, termasuk membangun fasilitas pengelolaan sampah. Pemprov Bali juga memberikan dukungan dana kepada kabupaten/kota,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan sampah adalah bagian dari upaya Bali untuk menjaga keindahan dan harmoni alamnya sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Aksi bersih-bersih di Pantai Kuta ini diharapkan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kebersihan laut. Pantai Kuta, selain menjadi destinasi wisata dunia, juga menjadi cermin tantangan global dalam mengatasi sampah laut.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat ini menjadi langkah nyata untuk menjaga keindahan Bali sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia.(den/ub)





