UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Wayan Koster dan Giri Prasta, atau yang akrab disebut “Koster-Giri,” telah terbukti membangun Jembrana dengan berbagai program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Warga Jembrana mengaku telah merasakan dampak positif dari hasil kerja Koster-Giri, terutama dalam infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Berbagai fasilitas publik seperti krematorium, restorasi pura, pembangunan wantilan, pasar, serta infrastruktur jalan dan jembatan kini bisa dinikmati oleh warga Jembrana. Selain itu, Koster dan Giri juga dikenal memperjuangkan akses pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat Jembrana.
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana nomor urut 2, Made Kembang Hartawan dan Ngurah Patriana Krisna (Bang-Ipat), turut mendukung visi tersebut dengan janji menyediakan fasilitas rumah singgah di Denpasar dan mobil antar-jemput pasien bagi warga Jembrana yang membutuhkan layanan kesehatan di ibu kota provinsi.
Program rumah singgah dan antar-jemput ini diharapkan dapat mempermudah akses kesehatan bagi warga yang membutuhkan pengobatan di luar Jembrana, sekaligus mendukung warga yang memiliki keperluan lain di Denpasar, seperti kuliah atau pekerjaan.
Made Kembang menuturkan bahwa bantuan Wayan Koster, baik saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI maupun sebagai Gubernur Bali, telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Jembrana, salah satunya melalui pembangunan krematorium yang kini sangat membantu warga.
“Terima kasih kepada Pak Koster. Sejak menjadi anggota DPR RI hingga Gubernur Bali, beliau banyak membantu, terutama dalam pembangunan wantilan dan krematorium. Pak Giri juga banyak membantu melalui program Badung Angelus Buana di berbagai desa di Jembrana, termasuk Pekutatan. Banyak tempat ibadah yang mendapat bantuan dari beliau,” ungkap Kembang, didampingi Ipat, menyampaikan apresiasi dari masyarakat Jembrana.
Sementara itu, Cagub Bali Koster menjelaskan bahwa semangat untuk melanjutkan program pendidikan dan kesehatan gratis di Bali terinspirasi oleh mantan Bupati Jembrana, Prof. Gede Winasa, yang dikenal sebagai pelopor layanan tersebut pada 2000-2010. Koster menegaskan, selama periode pertamanya sebagai Gubernur Bali, ia telah menyalurkan beasiswa kepada 10.500 siswa dan membangun 17 sekolah tingkat SMA/SMK di Bali.
“Spirit kuat dari Pak Gede Winasa, seorang senior yang berpengalaman sebagai Bupati, mempengaruhi kebijakan saya. Saat menjadi Gubernur Bali, saya merasa perlu melanjutkan apa yang beliau lakukan, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan gratis,” kata Koster.
Di bidang infrastruktur, Koster-Giri juga melanjutkan pembangunan di Jembrana, termasuk peningkatan akses jalan, restorasi pura, dan fasilitas krematorium Bahagia. Pembangunan ini dibiayai oleh bantuan keuangan khusus dari pemerintah provinsi Bali dan kabupaten Badung, yang membawa dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat Jembrana.
Kampanye Koster-Giri dan Bang-Ipat, yang berlangsung pada Senin, 11 November 2024, di Pekutatan, Jembrana, dihadiri ribuan warga. Massa yang memadati kampanye tampak antusias mendukung Koster-Giri dan Bang-Ipat, yang juga melakukan kampanye di beberapa titik di Jembrana, seperti Kecamatan Gilimanuk, Negara, dan Penyaringan. (ub)





