UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor 2, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri), menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh Bali, termasuk proyek monumental seperti pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwitani yang akan menghubungkan Bali Barat dan Selatan.
Koster mengungkapkan, pembangunan tol ini akan dimulai pada pertengahan tahun 2025, dengan pembebasan lahan yang akan segera dilanjutkan dan didanai oleh APBN.
“Saat ini, kami sedang melanjutkan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi. Tahun ini, pembebasan lahan sebesar Rp 500 Miliar dari APBN akan segera dilakukan. Setelah pembebasan lahan selesai, kami langsung akan memulai konstruksi tol ini,” kata Wayan Koster dalam kampanye terbuka di Kecamatan Pekutatan, Jembrana, pada Senin, 11 November 2024
Tol ini, menurut Koster, merupakan bagian dari upaya menciptakan infrastruktur berkelanjutan yang menghubungkan Bali Barat dengan wilayah lainnya di Pulau Dewata. Fase pertama pembangunan tol ini akan dimulai di Pekutatan, Jembrana, yang juga akan menjadi lokasi untuk pembangunan destinasi wisata kelas dunia, Kerthi Bali Semesta Park (KBS Park).
“KBS Park ini adalah inisiasi saya. Destinasi wisata dunia ini akan memberikan dampak besar bagi Jembrana, Tabanan, dan sekitarnya. Selain membuka lapangan kerja baru, KBS Park akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan menjadi destinasi wisata baru yang menyerap tenaga kerja lokal,” jelas Koster.
Koster juga menegaskan pentingnya menciptakan sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru di Bali. Selain KBS Park, beberapa program lain yang telah diinisiasi, seperti pungutan wisatawan asing (PWA) dan pengoperasian Turyapada Tower pada 2026, diharapkan dapat meningkatkan PAD Bali dan kabupaten-kabupaten di Bali.
Selama periode pertama kepemimpinannya, Koster telah berhasil membangun sejumlah infrastruktur penting, seperti jalan dan jembatan, termasuk shortcut Singaraja-Mengwi dan pelabuhan Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul, yang mendukung perekonomian Bali.
Di depan ribuan warga yang hadir, Koster juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang akan dilanjutkan jika diberikan mandat kembali.
Program-program tersebut termasuk pembangunan jalan baru di Denpasar dan Badung, penataan parkir di Pura Batur, restorasi Pura Agung Besakih tahap kedua, serta pengembangan pelabuhan di Amed dan Sangsit.
“PAD Bali dari berbagai sumber baru akan diarahkan untuk mempercepat pembangunan di Jembrana, mengingat APBD Jembrana yang terbatas,” tambah Koster.
Kampanye yang dihadiri oleh Paslon Bupati Jembrana Nomor 2, Bang-Ipat, serta sejumlah tokoh politik dan partai pengusung, berjalan dengan antusiasme tinggi dari warga Pekutatan yang mendukung berbagai program pembangunan yang sudah berjalan dan yang akan dilanjutkan Koster-Giri di masa depan. (ub)





