UPDATEBALI.com, BADUNG – Indonesia resmi menjadi tuan rumah acara tahunan Packaging Sustainability in Asia 2024, yang diselenggarakan oleh Asia Packaging Federation (APF) dan dipimpin oleh Indonesian Packaging Federation (IPF).
Bertempat di Nusa Dua Beach Hotel, Badung – Bali, acara ini berlangsung selama dua hari, dari 7 hingga 8 November 2024, dan menggabungkan dua agenda besar: International Packaging Conference dan PackindoStar Award.
Dengan mengusung tema The Road Map and Journey Toward Circular Economy, acara ini dihadiri oleh pembicara-pembicara ternama seperti Ariana Susanti, Business Development Director Indonesian Packaging Federation; Henky Wibawa, Executive Director Indonesian Packaging Federation; Joseph Ross, Presiden Asian Packaging Federation; serta Rajesh Kumar Mishra dari Department of Commerce Sunil Jain, Chairman dari IIP. Sebanyak 10 negara, termasuk India, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina, turut serta dalam konferensi ini.
Ariana Susanti menyampaikan harapannya agar International Packaging Conference dapat mendorong penerapan circular economy melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi non-profit, dan pelaku bisnis.
“Melalui konferensi ini, diharapkan ada dukungan yang lebih kuat dari tiga sektor utama dalam membentuk sistem kemasan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari beberapa kementerian Republik Indonesia, termasuk Kementerian Perencanaan Pembangunan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Perindustrian.
Henky Wibawa, selaku Executive Director IPF, mengungkapkan bahwa partisipasi pemerintah dalam acara ini memperkuat upaya untuk mendukung industri kemasan dalam mencapai keberlanjutan.
“Sejalan dengan agenda G20 dan konsep pembangunan nasional, circular economy dan manajemen sampah menjadi prioritas dalam mendukung keberlanjutan di industri kemasan,” jelas Henky.
Dalam forum ini, 20 pembicara akan memberikan perspektif menyeluruh, termasuk 10 perwakilan dari institusi riset dan asosiasi pengemasan nasional maupun internasional. Institusi seperti IPF, Asosiasi Pengusaha Pulp & Kertas Indonesia, IPRO, dan ADUPI akan mengemukakan praktik keberlanjutan di industri kemasan dalam negeri, sementara kehadiran institusi internasional menawarkan wawasan praktik berkelanjutan dari negara lain, seperti Singapura, India, dan Turki.
Sebagai penutup, PackindoStar Awards akan diselenggarakan untuk mengapresiasi inovasi di bidang kemasan. Setelah diperkenalkan dalam Allpack Talkshow pada Oktober 2024, penghargaan ini akan diberikan kepada finalis dari berbagai kategori, termasuk rigid plastic packaging, paper box packaging, dan kemasan berbahan corrugated box. Pada kategori keberlanjutan, terdapat 10 finalis yang memamerkan inovasi di bidang commercial packaging dan concept packaging.
Dengan diselenggarakannya Packaging Sustainability in Asia 2024, IPF berharap adanya diskusi dan pertukaran informasi yang mampu memperkuat kolaborasi internasional di bidang kemasan berkelanjutan. Ajang ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan bagi Indonesia menuju penerapan circular economy dalam industri kemasan, sekaligus memperkuat posisi negara di sektor kemasan berkelanjutan di Asia.(yud/ub)





