UPDATEBALI.com, DENPASAR – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar menggelar sebuah acara pelatihan yang bertujuan untuk memperkaya keterampilan wanita dalam tata rias dan sanggul Bali. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan SMKN 5 Denpasar ini melibatkan para peserta dari kedua organisasi tersebut.
Dibuka oleh Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, dan Ny. I.A Widnyani Wiradana, Ketua DWP Denpasar, acara ini menampilkan dua orang narasumber terkemuka dalam bidang tata rias dan sanggul Bali. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga kesempatan untuk langsung mempraktikkan teknik-teknik yang diajarkan oleh para ahli.
Ny. Sagung Antari Jaya Negara, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, menyatakan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memastikan bahwa ibu-ibu PKK dan WHDI dapat menguasai teknik tata rias dan sanggul Bali sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan melibatkan narasumber seperti pemilik LKP Agung Bali, Dr. Dra. A A Ayu Ketut Agung, M.M, dan Satrisca Makeup Artist, Sigit Paramartha, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan dalam melestarikan kekayaan budaya Bali.
Menurut Ny. Antari Jaya Negara, menjaga keaslian dan keindahan tata rias serta sanggul Bali merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu PKK dan WHDI Kota Denpasar dapat mempertahankan serta mengembangkan keterampilan mereka dalam bidang ini.
Dr. Dra. A A Ayu Ketut Agung, M.M, salah satu narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa sanggul Bali memiliki pakem yang harus dipertahankan. Meskipun penggunaan sanggul modern tidak dilarang, namun diharapkan agar tidak melupakan pakem sanggul Bali. Dengan demikian, melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat memiliki kemampuan dalam menata sanggul dan berhias sesuai dengan tradisi Bali.
Salah satu peserta, Ni Made Sucitawati, menyampaikan ucapan terima kasih kepada TP PKK Kota Denpasar dan WHDI Kota Denpasar atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK dan WHDI Denpasar yang telah memfasilitasi pelatihan sanggul Bali dan tata rias, sehingga kami bisa belajar tentang teknik dan tata cara merias wajah dan menata sanggul sesuai dengan pakem Bali,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan tradisi tata rias dan sanggul Bali tetap terjaga dan terus berkembang di tengah masyarakat, serta menjadi bagian penting dari identitas budaya Bali yang kaya dan beragam. (per/ub)





